Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Helikopter MI-17V5 Berhasil Dievakuasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Nov 2026, 17:20
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo dimasukkan ke dalam ambulan setelat dievakuasi di perairan Desa Pematang Limau/Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Jumat, 6 November 2026. Jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo dimasukkan ke dalam ambulan setelat dievakuasi di perairan Desa Pematang Limau/Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Jumat, 6 November 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah terakhir korban kecelakaan helikopter MI-17V5 milik TNI AD, Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo, di perairan Desa Pematang Limau/Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Jumat, 6 November 2026.

Berdasarkan siaran pers TNI AD yang diterima di Jakarta, proses pencarian dan evakuasi melibatkan personel TNI, Polri, Basarnas, BNPB, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.

Jenazah Heri ditemukan setelah tim gabungan berhasil menemukan bangkai helikopter di dasar sungai. Untuk menjangkau bagian dalam badan pesawat, petugas terlebih dahulu membalikkan posisi helikopter menggunakan bantuan kapal tugboat.

"Tim gabungan lalu membalikkan badan helikopter yang berada di dasar perairan dengan cara ditarik pakai kapal tugboat sehingga tim penyelam dapat menjangkau dan mengevakuasi korban dari dalam badan heli," seperti dikutip siaran pers tersebut.

Usai berhasil dikeluarkan dari badan helikopter, jenazah dibawa menggunakan kapal menuju Pelabuhan Segintung. Selanjutnya, jenazah diantar ke RSUD Kuala Pembuang.

Dengan ditemukannya Heri Prasetyo, seluruh korban meninggal dunia dalam kecelakaan helikopter tersebut telah berhasil dievakuasi.

Baca Juga: Pemerintah Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Personel TNI Pemadam Karhutla

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan terjadi pada Rabu, 4 November 2026, ketika helikopter MI-17V5 lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB. Para prajurit yang berada di dalam helikopter tersebut tengah menjalankan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah.

Saat menjalankan operasi pemadaman melalui metode water bombing atau pengeboman air dengan mengambil air dari perairan Desa Sungai Perlu, helikopter mengalami gangguan saat terbang hingga akhirnya jatuh ke sungai.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, TNI AD segera mengerahkan personel melalui jalur udara untuk melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi awak helikopter.

"Upaya penyelamatan tersebut diprioritaskan untuk memastikan seluruh personel mendapatkan pertolongan secepatnya," seperti dikutip siaran pers TNI AD.

Insiden tersebut menyebabkan tiga prajurit TNI AD gugur, yakni Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo.

Baca Juga: Jenazah Korban Terakhir Kecelakaan Heli MI-17V5 TNI AD Berhasil Dievakuasi

Sementara itu, lima awak helikopter lainnya berhasil selamat. Mereka adalah Kapten Cpn Febri, Letda Cpn Fercis, Pratu Gilang, Serka Kadiya, dan Kapten Cpn Suganda.

(Sumber: Antara)