Mahfud MD Soroti Listyo Sigit, Singgung Dugaan Kejahatan Terbesar Sepanjang Sejarah Polri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Nov 2026, 11:59
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Ntvnews.id, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menyoroti dugaan keterlibatan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kasus penyadapan terhadap kepala negara.

Mahfud menyebut Listyo Sigit sebagai Kapolri dengan masa jabatan terlama. Ia juga pernah menerima Bintang Mahaputera dan mendapat pujian dari Presiden Prabowo Subianto karena mampu mengerahkan Polri untuk menanam jagung.

Bahkan, pimpinan Komisi III DPR RI pernah menyebutnya sebagai polisi terbaik sepanjang sejarah. Namun, menurut Mahfud, kini Listyo Sigit justru menjadi tersangka (TSK) dalam kasus dugaan kejahatan yang dinilainya sangat serius.

"Kapolri terlama, pernah mendapat Bintang Mahaputera, dipuji oleh Presiden karena bisa mengerahkan Polri menanam jagung, bahkan oleh pimpinan Komisi III disebut polisi terbaik sepanjang sejarah, ternyata jadi TSK sebagai pelaku kejahatan terjahat di sepanjang sejarah Polri, yakni menyadap kepala negaranya sendiri. Gilaaaa," tulis Mahfud, dikutip dari akun X pribadinya @mohmahfud, Rabu (4/11/2026).

Mahfud juga menilai Presiden Prabowo Subianto mampu menunjukkan ketegasan dalam mengambil tindakan terhadap sejumlah pejabat yang sebelumnya mendapat kepercayaan dan pujian.

Baca Juga: Mahfud MD Bongkar Kronologi Penangkapan Listyo Sigit, Sempat Dilepas Jam 5 Pagi

Ia mencontohkan Dadan Hidayana yang, menurut Mahfud, dahulu selalu dibela dan dipuji Presiden. Namun, pada akhirnya harus dihadapkan ke pengadilan terkait kasus korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, Mahfud turut menyinggung Febrie Adriansyah yang disebutnya sebagai algojo koruptor dan orang kepercayaan Prabowo. Menurut dia, Febrie akhirnya juga dikirim ke pengadilan karena menghadapi dakwaan korupsi.

"Banyak lagi contohnya," ujar Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud mengingatkan agar para pejabat tidak merasa kebal hukum hanya karena memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo.

Ia menegaskan, tindakan korupsi dan pengkhianatan tidak boleh dilakukan secara berlebihan, terlebih dengan mengandalkan kedekatan dengan kepala negara.

"Jadi jangan keterlaluan berkorupsiria dan melakukan pengkhianatan, misalnya karena merasa sok dekat dengan Presiden Prabowo. Kalau Anda keterlaluan, ditindak tegas juga kan?" tulisnya.

Mahfud pun meminta Presiden Prabowo untuk terus menunjukkan ketegasan dalam menindak berbagai pelanggaran yang dilakukan pejabat negara.

"Ayo, Pak Presiden, gembirakan rakyat dengan ketegasan yang lebih banyak lagi," pungkasnya.