Ntvnews.id, Kathmandu - Sebanyak delapan orang dilaporkan hilang di kawasan Pegunungan Himalaya, tepatnya di negara bagian Uttarakhand, India utara, pada Selasa, 3 November 2026. Operasi pencarian menghadapi kendala akibat hujan salju lebat dan jarak pandang yang terbatas.
Dilansir dari AFP, Rabu, 4 November 2026, Tim penyelamat menemukan sebuah tenda yang tertutup timbunan salju di sekitar Kedartal, Distrik Uttarkashi. Di lokasi tersebut, petugas juga menemukan sejumlah barang milik rombongan, seperti pakaian, sandal, dan persediaan makanan.
Berdasarkan laporan harian berbahasa Hindi, Dainik Jagran, tim pencari telah menyisir wilayah dengan radius sekitar dua hingga tiga kilometer dari lokasi penemuan tenda. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil dan keberadaan delapan orang yang dilaporkan hilang masih belum diketahui.
Pencarian terpaksa dihentikan sementara karena hujan salju yang terus turun menyebabkan jarak pandang di kawasan tersebut hampir mencapai nol.
Kantor berita Press Trust of India (PTI) melaporkan, sebanyak 10 personel penyelamat telah diterbangkan menggunakan helikopter menuju lokasi pada Senin, 2 November 2026.
Delapan orang yang belum ditemukan terdiri atas lima pendaki asal Benggala Barat, dua perempuan dari Uttar Pradesh, serta seorang pemandu lokal.
Mereka merupakan bagian dari kelompok pendakian yang memulai perjalanan dari Gangotri pada 27 Oktober. Rombongan tersebut semula dijadwalkan kembali pada 29 Oktober.
Baca Juga: Profil Pangkostrad Baru: Letjen Iwan Setiawan, Si Penakluk Everest
Sebelumnya, empat orang dari kelompok yang sama berhasil dievakuasi pada Sabtu. Mereka terdiri atas tiga porter dan seorang juru masak yang sempat terjebak setelah longsoran salju menutup jalur pendakian.
Pihak berwenang menyebut sejumlah longsoran salju telah menerjang kawasan tersebut. Kondisi ini tidak hanya menyulitkan penyisiran melalui jalur darat, tetapi juga menghambat upaya pencarian menggunakan helikopter.
Sebagai langkah antisipasi terhadap cuaca ekstrem, pemerintah setempat turut menutup jalur pendakian yang berada di ketinggian lebih dari 4.000 meter. Dainik Jagran melaporkan kebijakan penutupan tersebut pada Selasa.
Operasi pencarian terhadap delapan orang yang masih hilang direncanakan kembali dilanjutkan setelah kondisi cuaca di kawasan Pegunungan Himalaya membaik.
Pemandangan Gunung Qomolangma pada ketinggian 7.028 meter di atas permukaan laut (Mdpl), di perbatasan Nepal dan China, Senin (11/52020). Karena letaknya di perbatasan, Gunung Everest yang merupakan gunung tertinggi di dunia tersebut banyak memiliki (Antara)