Ntvnews.id, Jakarta - Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengajak masyarakat memberikan kepercayaan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menjaga keamanan nasional. Situasi yang aman dan damai dinilai dapat mendukung perbaikan serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin atau Romo Anton setelah menerima kunjungan silaturahmi Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto di Gedung KWI, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Romo Anton menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurut dia, kehadiran pimpinan Polri untuk pertama kalinya di KWI menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama antara kepolisian dan tokoh agama.
KWI berpandangan bahwa kondisi masyarakat yang aman, tenteram, dan damai menjadi salah satu faktor penting bagi perkembangan perekonomian.
Baca Juga: Kepala Gereja Katedral Sampaikan Tema Natal 2025, Pesan Bersama KWI dan PGI
"Mari masyarakat beri kepercayaan dan kesempatan kepada Polri untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara yang aman. Ketika suasana aman, tentram, dan damai, maka mudah-mudahan ekonomi kita semakin membaik, dan makin maju," ujarnya.
Romo Anton juga menegaskan kesiapan KWI untuk bekerja sama dengan Polri dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan umum. KWI menaungi 37 keuskupan di seluruh Indonesia serta keuskupan TNI-Polri.
Ia turut mendorong insan pers untuk ikut menyebarluaskan pesan mengenai pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan terima kasih kepada Romo Anton dan jajaran pengurus KWI atas sambutan yang diberikan.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Ambil Alih Kasus Penemuan 2 Kerangka Manusia di Kwitang
Suyudi menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat program kerja Polri, termasuk program "Minggu Kasih", guna meningkatkan kolaborasi langsung dengan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen menjaga keamanan, ketenteraman, serta kebebasan beragama bagi umat Katolik di Indonesia sesuai dengan amanat Pasal 29 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
"Kami ingin memberikan pesan damai kepada umat Katolik yang ada di Indonesia agar bisa menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, dan tentunya aman, damai, tentram, dan kami Polri menjamin itu," kata Suyudi.
Menurut Suyudi, Polri juga terbuka terhadap masukan dan informasi dari masyarakat serta siap berdiskusi dengan berbagai pihak. Melalui kerja sama tersebut, kepolisian berharap dapat menangani berbagai persoalan secara lebih cepat dan menyeluruh, sekaligus meningkatkan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat.
Kunjungan Kapolri itu turut dihadiri sejumlah pejabat utama Polri, yakni Kabaharkam Polri Komjen Pol. Herry Heryawan, Astamaops Kapolri Komjen Pol. Roycke Harry Langie, dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.
Sementara itu, Romo Anton didampingi Wakil Ketua II KWI Mgr. Cornelius Sipayung, anggota Presidium Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Sekretaris Eksekutif KWI RD Nikasius Jatmiko, serta Sekretaris Komisaris Kerawan RD Yohanes K. Jeharut.
(Sumber: Antara)
Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin didampingi Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan di Gedung KWI Jakarta, Selasa, 3 November 2026. (Antara)