Banjir Bandang Hantam Jalur Pendakian Nepal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pemandangan udara yang memperlihatkan rumah-rumah dan lahan pertanian terkubur lumpur serta puing-puing akibat banjir dahsyat di sepanjang Sungai Trishuli, di wilayah Betrawati-Tupche, Nuwakot, Nepal, pada 2 September 2026. Pemandangan udara yang memperlihatkan rumah-rumah dan lahan pertanian terkubur lumpur serta puing-puing akibat banjir dahsyat di sepanjang Sungai Trishuli, di wilayah Betrawati-Tupche, Nuwakot, Nepal, pada 2 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Kathmandu - Lebih dari 100 pendaki asing dilaporkan terjebak di Distrik Gorkha, kawasan pegunungan Nepal, setelah banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada akhir pekan. Bencana itu menghanyutkan sejumlah jembatan dan merusak jalur pendakian sehingga menghambat akses keluar dari kawasan tersebut.

Media lokal Online Khabar melaporkan kondisi itu pada Senin, 12 Oktober 2026 lalu dengan mengutip keterangan pejabat setempat.

Selain pendaki yang terjebak, lima warga desa, termasuk dua perempuan, masih dinyatakan hilang. Mereka dilaporkan hilang setelah longsor di antara Lokpa dan Chumling menyumbat aliran Sungai Budhi Gandaki hingga memicu banjir di wilayah hilir.

Dilansir dari AFP, Selasa, 13 Oktober 2026, Seorang pendaki asal Bangladesh, Md Shahadat Hossain, mengatakan dirinya terjebak di Desa Jagat bersama sejumlah pendaki lainnya. Kepada Anadolu, Shahadat menyebut sembilan warga Bangladesh sedang menunggu kemungkinan proses evakuasi menggunakan helikopter.

“Kami terjebak di Jagat sejak kemarin. Banjir bandang datang dari atas desa dan mengalir melalui bagian bawah desa,” kata Shahadat.

Ia memastikan kondisi kelompoknya masih aman. Namun, banjir telah mengganggu kehidupan sehari-hari warga dan para pendaki karena aliran listrik terputus, komunikasi dengan dunia luar terganggu, serta persediaan makanan mulai berkurang.

Baca Juga: Korban Banjir Bandang Nepal Bertambah Menjadi 1.204 Orang

“Kami aman, tetapi tidak ada listrik sejak kemarin, komunikasi dengan dunia luar terganggu, dan persediaan makanan perlahan mulai menipis,” tambahnya.

Shahadat juga mengatakan lebih dari 200 pendaki berlindung di Desa Jagat dalam kondisi aman. Mereka terdiri atas pendaki dari berbagai wilayah, termasuk warga Nepal.

Sementara itu, Otoritas Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal melaporkan banjir menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah lokasi. Sejumlah jembatan hancur, sedangkan rumah warga, dua menara telekomunikasi, dan 50 tiang listrik mengalami kerusakan.

Untuk menangani dampak bencana dan mengevakuasi warga maupun pendaki, sebanyak 437 personel keamanan telah dikerahkan ke lokasi. Empat helikopter militer juga digunakan dalam operasi penyelamatan.

Otoritas setempat menyatakan sedikitnya 47 orang telah berhasil dievakuasi menggunakan helikopter. Upaya penyelamatan masih menjadi perhatian di tengah akses darat yang terputus akibat banjir dan kerusakan jalur pendakian.

Distrik Gorkha berada di kawasan yang menjadi bagian dari jalur pendakian Sirkuit Manaslu, salah satu rute populer di Pegunungan Himalaya dekat perbatasan Nepal dengan Tiongkok. Oktober merupakan salah satu periode tersibuk bagi aktivitas pendakian di kawasan tersebut, sehingga bencana ini berpotensi mengganggu perjalanan banyak pendaki.

TERKINI

Banjir Bandang Hantam Jalur Pendakian Nepal

Luar Negeri Selasa, 13 Okt 2026 | 07:00 WIB

SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Ada di 5 Lokasi

Metro Selasa, 13 Okt 2026 | 06:55 WIB

Gempa Terekam di Gunung Anak Krakatau Sebanyak 7 Kali

Nasional Selasa, 13 Okt 2026 | 06:53 WIB

Kemlu Imbau WNI di Arab Saudi Jauhi Bandara dan Larang Rekam Rudal

Luar Negeri Selasa, 13 Okt 2026 | 06:35 WIB

Truk Hantam Dapur MBG Sampai Hancur

Metro Selasa, 13 Okt 2026 | 05:36 WIB

Revisi Data Korban Perang Iran, Terungkap 21 Tentara AS Tewas

Luar Negeri Selasa, 13 Okt 2026 | 05:32 WIB
Load More
x|close