BMKG: Banjir Bandang di Solok Dipicu Hujan Lebat 94 mm

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Sep 2026, 12:55
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
April
Editor
Bagikan
Warga mengecek kondisi kendaraan yang terendam material banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Selasa (22/9/2026). Banjir bandang yang menerjang kawasan perkantoran di pusat kabupaten pada Senin (21/9) malam itu juga memutus akses jalan nasional dan menyebabkan sejumlah korban hilang. Warga mengecek kondisi kendaraan yang terendam material banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Selasa (22/9/2026). Banjir bandang yang menerjang kawasan perkantoran di pusat kabupaten pada Senin (21/9) malam itu juga memutus akses jalan nasional dan menyebabkan sejumlah korban hilang. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9) malam dipicu oleh guyuran hujan lebat berintensitas mencapai 94 milimeter per hari.

Dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramadhani memaparkan bahwa curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus tersebut menyebabkan luapan air hingga berujung pada bencana banjir bandang yang berdampak luas bagi warga setempat.

“Hujan yang terjadi di sekitar Solok tergolong lebat berdasarkan catatan BMKG, yakni sebesar 94 mm per hari, sehingga memicu kejadian banjir bandang pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB,” ucap Andri.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihak BMKG telah menerbitkan peringatan dini secara bertahap, mulai dari proyeksi skala tujuh hari, tiga hari, hingga peringatan cuaca ekstrem jangka pendek sebelum peristiwa nahas itu terjadi. Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia secara umum tengah berada dalam periode musim kemarau, dinamika cuaca harian di wilayah non-ZOM atau daerah berpola iklim lokal seperti Sumatera Barat tetap menyimpan potensi pembentukan cuaca ekstrem.
 

Di samping pulau Sumatera, BMKG turut menyerukan agar masyarakat di sebagian wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat sepekan ke depan. Imbauan dan kewaspadaan ekstra ini khususnya ditujukan bagi kawasan Sumatera bagian utara dan barat, meliputi Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat yang tengah berada dalam fase transisi cuaca, dengan menyarankan publik untuk terus memantau pembaruan peringatan dini secara real-time lewat kanal resmi BMKG.

“Pantauan kami, tentunya dalam pekan ke depan ada beberapa wilayah yang perlu diwaspadai, terutama di sebagian Sumatera, kali ini di wilayah eh Sumatera Barat, tentunya juga di wilayah sebagian Kalimantan, dan juga tentu di wilayah Sulawesi dan Papua. Jadi memang eh perlu diwaspadai tetap bahwa kondisi saat ini, satu adalah transisi dari kemarau ke kering karena masih terjadi kemarau di beberapa wilayah, khususnya di bagian utara khatulistiwa,” tutur dia menegaskan.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok melaporkan adanya empat warga yang menderita luka-luka akibat hantaman banjir bandang di sejumlah kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin malam. Tiga dari korban luka tersebut harus menjalani perawatan medis di RSUD Arosuka, sementara satu korban lainnya dirujuk menuju rumah sakit di Kota Padang.
 

Dampak kerusakan akibat bencana ini juga memaksa sembilan kepala keluarga yang mencakup 32 jiwa untuk mengungsi. Selain itu, tercatat sebanyak 11 kantor pemerintahan turut terdampak, serta 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor mengalami kerusakan berat.

Terjangan banjir bandang tersebut terpantau menyasar sejumlah titik penting, termasuk kawasan Kompleks Kantor Bupati Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, serta Nagari Koto Gaek Guguk yang berada di wilayah Kecamatan Gunung Talang.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close