Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari menyusul insiden kecelakaan kereta maut yang terjadi di negara tersebut pada Rabu (28/10).
Operator kereta api Spanyol, Renfe, resmi menangguhkan sementara penjualan tiket kereta cepat rute Madrid-Andalusia yang menjadi lokasi kecelakaan maut pada Rabu, 28 Oktober 2026. Berdasarkan laporan Europa Press yang mengutip pihak perusahaan, penangguhan ini bersifat sementara dan dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026.
Meskipun demikian, operasional penumpang berpotensi kembali dibuka lebih awal apabila operator infrastruktur, Adif, berhasil memulihkan layanan lebih cepat dari perkiraan. Hingga saat ini, pihak Adif sendiri belum dapat memastikan kapan perbaikan infrastruktur akibat kecelakaan tersebut akan rampung sepenuhnya.
Langkah serupa juga diambil oleh operator swasta Ouigo yang mengumumkan penangguhan layanan pada rute yang sama sekurang-kurangnya hingga Senin, 2 November 2026.
Insiden nahas ini terjadi ketika dua kereta penumpang saling bertabrakan di Provinsi Toledo, Spanyol, pada Rabu, akibat adanya kerusakan komputer yang mengakibatkan lumpuhnya sistem keselamatan. Akibat musibah tersebut, otoritas setempat melaporkan hampir 70 orang tewas, sementara pemerintah Spanyol menetapkan masa berkabung nasional selama tiga hari.
Dua kereta berkecepatan tinggi bertabrakan di Spanyol bagian tengah, yang menewaskan puluhan orang dan melukai banyak lainnya di Toledo, Spanyol, Rabu (28/10/2026) (Antara)