Cegah Stunting hingga Berdayakan Lansia, Ini Langkah Kemendukbangga Perkuat Ketahanan Keluarga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Okt 2026, 13:36
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat pembangunan keluarga berkualitas, salah satunya melalui Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting). Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat pembangunan keluarga berkualitas, salah satunya melalui Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau BKKBN terus mengintensifkan berbagai program prioritas strategis guna memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia dalam rangka menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa ketahanan keluarga merupakan pilar utama yang harus dibenahi terlebih dahulu apabila ingin menciptakan kemajuan bagi bangsa secara keseluruhan.

"Keluarga adalah unit terkecil dan terendah, jadi kalau mau memperbaiki negara, kita perlu memperbaiki keluarga," ujar Wihaji dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (26/10/2026).

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Kemendukbangga/BKKBN telah menggulirkan sejumlah program unggulan yang mencatat capaian signifikan hingga paruh kedua tahun 2026 ini.

Salah satu program utama yang digalakkan adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Berdasarkan catatan hingga tanggal 1 Oktober 2026, program ini telah sukses menjangkau 1.197.285 keluarga dengan total penyaluran mencapai 2.377.967 bentuk bantuan.

Bantuan yang diberikan meliputi edukasi kesehatan, dukungan nutrisi, perbaikan akses air bersih, penyediaan fasilitas jamban sehat, renovasi rumah layak huni, hingga program pemberdayaan ekonomi keluarga.

Baca Juga: Kemendukbangga Benahi Rumah Keluarga Risiko Stunting Melalui Genting

Selain itu, melalui program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), kementerian mencatat telah ada sebanyak 3.456 layanan yang berhasil memberikan manfaat langsung kepada 35.052 anak dengan didukung oleh keterlibatan 10.589 tenaga pengasuh hingga bulan September 2026.

Peran penting kaum laki-laki dalam pengasuhan keluarga juga didorong lewat Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

Program ini tercatat telah berhasil merangkul sebanyak 3.179.756 ayah serta calon ayah melalui berbagai kegiatan edukasi intensif hingga 8 Oktober 2026, guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif ayah dalam proses tumbuh kembang anak.

Bagi kelompok warga lanjut usia, Kemendukbangga/BKKBN mengoperasikan program Lansia Berdaya (SIDAYA). Hingga September 2026, program ini telah memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi 743.377 lansia serta menyediakan layanan pendampingan perawatan jangka panjang yang melibatkan peran aktif 125.884 orang kader di lapangan.

Tidak hanya berhenti pada layanan konvensional, kementerian juga melakukan inovasi digital dengan mengembangkan platform berbasis teknologi, yaitu AI-SuperApps Tentang Keluarga, yang dirancang khusus untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi, layanan konsultasi, serta pendampingan keluarga secara daring.

Di samping itu, Kemendukbangga/BKKBN turut mengambil bagian dalam mendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (MBG 3B).

Merujuk pada data Badan Gizi Nasional per September 2026, program kolaboratif ini telah sukses menjangkau 10.930.321 penerima manfaat, dengan pengawalan ketat dari 151.396 anggota Tim Pendamping Keluarga.

Baca Juga: Kemendukbangga/BKKBN Tegaskan Kader TPK Berhak Menolak MBG 3B yang Tak Layak

Wihaji menambahkan bahwa distribusi makanan bergizi ini selalu diiringi dengan edukasi yang komprehensif, guna memperkaya pemahaman para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai langkah preventif menekan angka stunting.

Melalui serangkaian langkah terpadu ini, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan ketahanan keluarga Indonesia semakin kokoh, sehingga kualitas SDM nasional dapat meningkat secara berkelanjutan dari hulu ke hilir.

(Sumber: Antara)

x|close