Kemendukbangga Benahi Rumah Keluarga Risiko Stunting Melalui Genting

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Sep 2026, 10:07
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Salah satu anak dari Nahdi Riyanto dan Ayu Siti Rahayu, Nadira (1 tahun) sedang bermain di area rumah saat dikunjungi Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji di Kabupaten Ciamis pada Selasa, 29 September 2026 Salah satu anak dari Nahdi Riyanto dan Ayu Siti Rahayu, Nadira (1 tahun) sedang bermain di area rumah saat dikunjungi Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji di Kabupaten Ciamis pada Selasa, 29 September 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Ciamis - Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang dijalankan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan anak, tetapi juga mencakup perbaikan tempat tinggal keluarga berisiko stunting.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan kondisi rumah, sanitasi, dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam penanganan keluarga risiko stunting (KRS).

"Kenapa risiko stunting? Mulai dari MCK-nya, mulai dari sanitasinya, mulai dari rumah layaknya yang mungkin, mohon maaf, mungkin belum layak," kata Wihaji saat mengunjungi salah satu keluarga risiko stunting di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa, 29 September 2026.

Menurut Wihaji, keluarga yang dikunjunginya merupakan bagian dari sekitar 8,6 juta KRS yang tercatat di Indonesia.

Keluarga tersebut beranggotakan sembilan orang dan memiliki sembilan anak. Ia menilai kondisi hunian serta sanitasi keluarga tersebut membutuhkan perhatian dan penanganan.

Melalui program Genting, Kemendukbangga/BKKBN menggandeng orang tua asuh untuk memberikan intervensi secara langsung kepada KRS. Di Kabupaten Ciamis, Bank Rakyat Indonesia (BRI) berperan sebagai orang tua asuh dengan memberikan dukungan senilai Rp50 juta untuk pembenahan rumah salah satu keluarga penerima bantuan.

Baca Juga: Mendukbangga Sebut Program Genting Dorong Perbaikan Hunian bagi Keluarga Risiko Stunting

Bantuan tersebut tidak disalurkan dalam bentuk uang tunai, melainkan diwujudkan melalui pembangunan dan perbaikan rumah secara langsung.

"Kita pastikan supaya MCK-nya dibangun, rumahnya nanti kita perbaiki, airnya juga oke, dan kamarnya juga," ujar Wihaji.

Ia menjelaskan proses pembangunan dan perbaikan rumah akan dikerjakan oleh tim BRI dengan target penyelesaian sekitar tiga bulan.

Wihaji mengatakan langkah tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam menangani persoalan KRS secara langsung di lapangan.

"Ini bagian dari pemerintah hadir karena saya diperintah Pak Presiden agar tidak hanya seminar dan diskusi, tetapi turun ke lapangan untuk menyelesaikan masalah," paparnya.

Menurut dia, penanganan keluarga berisiko stunting membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak dengan pendekatan pentahelix. Kerja sama tersebut melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta pendamping keluarga.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda Wihaji di Ciamis setelah bertemu dengan sekitar 1.000 anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Pada kesempatan itu, Wihaji turut mengapresiasi keterlibatan BRI dan masyarakat setempat dalam membantu keluarga yang memiliki risiko stunting.

Baca Juga: Mendukbangga: Program GENTING dan MBG Bersinergi Percepat Penurunan Stunting di Indonesia

"Hari ini dua yang kita kunjungi dan kita bantu, dan itu bagian dari pemerintah hadir," katanya.

Dua KRS yang dikunjungi Wihaji merupakan keluarga Nahdi Riyanto dan keluarga Endang Kuswara. Nahdi Riyanto memiliki dua anak, tetapi kondisi rumahnya belum dilengkapi MCK atau sanitasi yang memadai.

Sementara itu, keluarga Endang Kuswara terdiri atas sembilan anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah sehingga kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko stunting.

Selain perbaikan rumah, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat turut memberikan bantuan berupa 10 ekor ayam kepada kedua KRS untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, terutama asupan protein.

(Sumber: Antara)

x|close