VIDEO: Gunung Anak Krakatau Semburkan Abu Vulkanik Tertubi-tubi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Okt 2026, 07:55
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Berdasarkan laporan tim patroli kawasan Cagar Alam Gugus Pulau Anak Krakatau, Senin, 26 Oktober 2026, abu vulkanik berwarna abu-abu gelap tampak keluar secara terus-menerus dari puncak kawah gunung. Berdasarkan laporan tim patroli kawasan Cagar Alam Gugus Pulau Anak Krakatau, Senin, 26 Oktober 2026, abu vulkanik berwarna abu-abu gelap tampak keluar secara terus-menerus dari puncak kawah gunung. (bantennews)

Ntvnews.id, Jakarta - Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Berdasarkan laporan tim patroli kawasan Cagar Alam Gugus Pulau Anak Krakatau pada Senin, 26 Oktober 2026, abu vulkanik berwarna abu-abu gelap terlihat keluar secara terus-menerus dari puncak kawah gunung tersebut.

Temuan ini menjadi perhatian karena aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau perlu terus dipantau untuk mengetahui perkembangan kondisi gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda tersebut.

Informasi mengenai keluarnya abu vulkanik itu disampaikan berdasarkan hasil pengamatan tim patroli di kawasan cagar alam. Namun, laporan yang tersedia belum merinci tinggi kolom abu, durasi kejadian, maupun parameter kegempaan yang menyertai aktivitas tersebut.

Karena itu, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih perlu dicermati melalui pemantauan petugas dan informasi resmi dari instansi berwenang.

Masyarakat Diminta Memperhatikan Informasi Resmi

Aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh sebab itu, masyarakat, nelayan, serta pihak yang beraktivitas di sekitar kawasan Selat Sunda perlu memperhatikan informasi terbaru mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diimbau mengikuti rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta otoritas terkait, terutama mengenai status aktivitas gunung dan batas aman kawasan.

Informasi mengenai status gunung, potensi bahaya, dan radius rekomendasi perlu mengacu pada pengumuman resmi terbaru. Masyarakat sebaiknya tidak mendekati kawah atau memasuki kawasan terlarang apabila terdapat pembatasan aktivitas.

Peningkatan aktivitas vulkanik ini menjadi pengingat pentingnya pemantauan gunung api secara berkelanjutan. Informasi yang akurat dan kepatuhan terhadap rekomendasi petugas menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko apabila aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali berkembang.

Sumber: BantenNews, laporan patroli kawasan Cagar Alam Gugus Pulau Anak Krakatau, 26 Oktober 2026.

Baca Juga:Gunung Anak Krakatau Meletus Lima Kali dalam 44 Menit, Aktivitas Vulkanik Masih Belum Stabil

x|close