NTVNews.id, New York - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperluas jejaring internasional dengan menjalin kolaborasi bersama New York University (NYU), Amerika Serikat. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di New York, Selasa, 22 September 2026.
Kolaborasi Jakarta dan NYU diarahkan untuk mengembangkan sektor pendidikan sekaligus memperkuat ekosistem olahraga dan industri olahraga di Ibu Kota. Kerja sama ini mencakup pendidikan dan pelatihan olahraga, pertukaran tenaga ahli, penyelenggaraan ajang olahraga internasional hingga penguatan diplomasi olahraga.
Gubernur Pramono Anung mengatakan Jakarta memiliki pengalaman panjang dalam menyelenggarakan berbagai ajang olahraga berskala internasional. Sejumlah event besar yang pernah digelar di Jakarta antara lain Asian Games, FIFA U-17 World Cup, FIBA Basketball World Cup, Formula E, hingga Jakarta International Marathon.
Pada penyelenggaraan Jakarta International Marathon tahun ini, tercatat lebih dari 45.000 pelari dari 52 negara ikut ambil bagian. Menurut Pramono, pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Jakarta untuk terus memperkuat posisinya sebagai kota global. Namun, Jakarta tidak ingin berhenti hanya sebagai lokasi penyelenggaraan event olahraga internasional.
Baca Juga: Pramono ke New York, Rano Karno: Saya Yakin Pulang Bawa Banyak 'Oleh-oleh'
"Jakarta tidak hanya ingin menjadi tuan rumah ajang olahraga besar. Kami ingin membangun industri olahraga yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, kami membutuhkan pengelolaan fasilitas yang semakin baik, sumber daya manusia yang lebih kompeten, kemitraan internasional yang lebih luas, serta nilai ekonomi yang lebih besar bagi kota dan masyarakat," kata Pramono dalam keterangannya.
Melalui kerja sama dengan NYU, Pemprov DKI ingin membangun ekosistem olahraga yang lebih terintegrasi. Pengembangan tersebut mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengelolaan fasilitas olahraga, jejaring internasional hingga peluang ekonomi yang dapat tumbuh dari industri olahraga.
Upaya ini juga sejalan dengan ambisi Jakarta menuju Top 50 Global Cities pada 2030, dengan olahraga menjadi salah satu sektor yang dapat memperkuat citra dan daya saing kota di tingkat internasional.
Kolaborasi antara Pemprov DKI dan NYU juga membuka peluang lebih luas di bidang pendidikan. Kerja sama tersebut sejalan dengan rencana Pemprov DKI Jakarta menyiapkan program beasiswa pada 2027.
Baca Juga: Pramono Bertemu Mamdani di New York, Bahas Transportasi hingga Jakarta Bond
Dalam skema tersebut, NYU diharapkan dapat menjadi salah satu universitas tujuan bagi penerima manfaat program beasiswa. Dengan demikian, kolaborasi Jakarta dan NYU tidak hanya berorientasi pada pengembangan industri olahraga, tetapi juga membuka akses pendidikan tinggi berkualitas bagi anak-anak Jakarta.
"Kami ingin semakin banyak membuka kesempatan bagi anak-anak Jakarta untuk belajar di universitas terbaik dunia. Karena itu, kami berharap kerja sama dengan NYU dapat berkembang tidak hanya dalam bidang olahraga, tetapi juga membuka peluang pendidikan bagi anak-anak Jakarta," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono juga mengundang mahasiswa program Global Sport NYU untuk datang ke Jakarta dan melihat secara langsung pengelolaan fasilitas olahraga, penyelenggaraan ajang internasional, pengembangan klub dan industri olahraga, serta peran dunia usaha.
"Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi Jakarta dan NYU sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia dan industri olahraga Jakarta," pungkasnya.
Pramono menandatangani LoI dengan NYU di New York (Pemprov DKI)