Siswa SMP di Jaktim Jadi Korban Penganiayaan Usai Edit Foto Pakai AI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Sep 2026, 09:58
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi di Mapolsek Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu, 23 September 2026 Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi di Mapolsek Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu, 23 September 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang siswa SMP Negeri di Jakarta Timur (Jaktim) dilaporkan mengalami penganiayaan setelah diketahui mengedit foto sejumlah siswi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI hingga menjadi foto vulgar.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi mengatakan dugaan penganiayaan tersebut dilakukan oleh sejumlah teman dari para siswi yang mengetahui perbuatan korban.

"Terduga pelaku yang membuat atau mengedit foto rekan-rekannya, membuat laporan penganiayaan," kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP I Made Budi saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Berdasarkan keterangan yang diterima polisi dari orang tua korban, kejadian pertama berlangsung pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 11.00 WIB setelah korban pulang sekolah.

Saat itu, korban diminta mendatangi sebuah warung yang berada di samping SD 01 Kayu Putih, Jakarta Timur. Setelah tiba di lokasi, korban kemudian diminta menaiki sepeda motor dan dibawa ke sebuah rumah kosong di Jalan Tiner, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung.

Di rumah kosong tersebut, korban diduga mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh beberapa orang. Korban disebut dipukul pada bagian hidung, telinga, dan kepala, serta ditendang pada bagian dada.

Baca Juga: Polisi Identifikasi Dua Sketsa Terduga Pelaku Penganiayaan di Pejompongan

"Setelah di rumah kosong korban dipukul bagian hidung, telinga, kepala, dan dada korban ditendang oleh beberapa pelaku (lidik). Dan salah satu pelaku mengancam menggunakan senjata tajam katna atau samurai," jelas Made.

Penganiayaan kemudian kembali terjadi pada Rabu, 16 September 2026. Korban kembali diminta datang ke warung di sekitar SD 01 Kayu Putih sebelum dibawa menuju Waduk Ria Rio, Kayu Putih, Jakarta Timur.

Sesampainya di kawasan waduk, korban kembali diduga mendapat kekerasan. Ia disebut mengalami pemukulan di bagian kepala, ditampar pada kedua telinga, serta beberapa kali ditendang pada bagian perut.

"Kemudian setiba di waduk korban dipukul bagian kepala, digampar di bagian telinga kanan dan kiri, kemudian bagian perut korban beberapa kali ditendang oleh beberapa pelaku (lidik)," ucapnya.

Made menjelaskan, dugaan penganiayaan tersebut berkaitan dengan tindakan korban yang sebelumnya mengubah sejumlah foto siswi menjadi foto vulgar dengan memanfaatkan teknologi AI.

Para teman siswi yang mengetahui perbuatan tersebut disebut tidak terima dan kemudian melakukan kekerasan terhadap korban.

"Lalu teman-teman siswa tersebut tidak terima, sehingga melakukan kekerasan fisik terhadap korban. Jadi yang melakukan penganiayaan teman-teman para korban karena kesal sudah mengedit foto para korban," ujar Made.

Baca Juga: Aktris Sali Irsalina Lapor Polisi Soal Diduga Dianiaya Pacar

Di sisi lain, polisi masih mencari kepastian mengenai status laporan dari para siswi yang diduga menjadi korban pengeditan foto tersebut.

"Iya betul, namun saya saat ini masih menanyakan apakah para korban sudah membuat laporan atau belum," katanya.

Kepolisian juga masih melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut, termasuk mencari dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan terhadap siswa tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close