Kebakaran di TN Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Seluruh Gajah Dipastikan Aman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Agu 2026, 15:08
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di TN Way Kambas, Lampung Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di TN Way Kambas, Lampung (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, seluruh gajah Sumatra di habitat alami maupun Pusat Konservasi Gajah dilaporkan dalam kondisi aman.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026, mengatakan kebakaran yang terjadi di Resor Kuala Penet berhasil dikendalikan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.

"Berdasarkan pemantauan Balai Taman Nasional Way Kambas, kelompok gajah liar berada di wilayah utara taman nasional, jauh dari lokasi kebakaran. Sementara itu, gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah juga berada di area yang tidak terdampak," tuturnya.

Ia menjelaskan kondisi tersebut menunjukkan bahwa gajah liar maupun gajah yang berada di Pusat Konservasi Gajah tidak terkena dampak langsung kebakaran. Kendati demikian, petugas masih melakukan pemantauan terhadap pergerakan satwa serta kondisi kawasan untuk memastikan keselamatan satwa liar tetap terjaga.

Baca Juga: Atasi Karhutla Sumsel, Kemenhut Tambah Pasukan dan Pemadaman Udara

Kebakaran di Resor Kuala Penet diketahui mulai terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026. Luas kawasan yang terdampak sementara diperkirakan mencapai sekitar 673 hektare. Kemenhut menyatakan angka tersebut masih dapat berubah setelah dilakukan verifikasi di lapangan.

Dalam proses pemadaman, sekitar 250 personel gabungan dikerahkan. Mereka berasal dari Balai Taman Nasional Way Kambas, Polda Lampung, Polres Lampung Timur, Kodam, Kodim Lampung Timur, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, mitra kerja taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, kelompok tani hutan, koperasi, serta Masyarakat Peduli Api.

Pengawasan terhadap proses penanganan di lokasi dilakukan secara langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Kapolres Lampung Timur, Dandim Lampung Timur, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Timur.

Ristianto menyebut proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama karena kondisi lahan gambut, akses menuju lokasi yang sulit, serta sumber air yang cukup jauh dari titik kebakaran. Bahkan, sebagian area hanya dapat dijangkau petugas dengan berjalan kaki.

Setelah api berhasil dipadamkan, personel gabungan melanjutkan proses pendinginan dan pemantauan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. Pengawasan tersebut dilakukan secara intensif karena karakteristik lahan gambut memiliki potensi kebakaran kembali.

Baca Juga: Usut Kasus PT TPL, Kejagung Periksa Pegawai Kemenhut Terkait Bahan Baku Pulp

Sebagai langkah lanjutan, Balai Taman Nasional Way Kambas akan meningkatkan patroli dan pengamanan kawasan. Koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra kerja, serta masyarakat juga akan diperkuat untuk mencegah terjadinya kebakaran kembali.

Kemenhut turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan, mitra konservasi, dan masyarakat yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran serta menjaga keselamatan gajah sumatra dan satwa liar lainnya.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close