Prabowo Minta 17 Tersangka Karhutla di Sumsel Ditindak Tegas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 16:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto Presiden Prabowo Subianto (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kepolisian Daerah Sumatra Selatan terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Presiden Prabowo Subianto meminta aparat menindak tegas para pelaku yang terbukti melakukan pembakaran.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Posko Karhutla, Palembang, Sumatra Selatan, Senin, 24 Juli 2026.

Dalam rapat tersebut, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho melaporkan bahwa kepolisian telah menangani 15 laporan polisi terkait kasus karhutla di wilayah Sumatra Selatan.

"Dan telah kami tahan 17 tersangka," katanya.

Sandi menjelaskan bahwa sejak awal tahun, kepolisian telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di tingkat desa, mengenai bahaya serta larangan membakar hutan dan lahan. Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan yang melarang pembakaran sebagai metode untuk membuka lahan pertanian.

Mendengar laporan tersebut, Prabowo kemudian memastikan kembali jumlah tersangka yang telah ditahan sekaligus menanyakan alasan mereka melakukan pembakaran.

"17 bapak," jawab Sandi.

"Motivasi mereka apa?," tanya Prabowo.

Baca Juga: Kebutuhan Minyak Nabati Dunia Naik, Sawit Diprediksi Sumbang 60 Persen pada 2050

Menurut Sandi, hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar tersangka melakukan pembakaran dengan tujuan mempermudah proses pembukaan lahan.

"Motivasi yang sudah kami periksa rata-rata karena untuk membuka lahan, memudahkan membuka lahan," jelasnya.

Selain kasus pembukaan lahan, polisi juga menemukan perkara pembakaran kebun tebu milik PTPN. Sandi mengatakan terdapat anggapan di kalangan tertentu bahwa pembakaran tanaman tebu menjelang masa panen dapat meningkatkan rendemen sekaligus membuat rasa tebu menjadi lebih manis.

"Seperti tadi malam, ada yang ditangkap, ada dua tempat. Satu membuka lahan, yang satu lagi karena ada kebun tebu punya PTPN," kata Sandi.

"Kalau sudah waktunya mau dipanen apabila dibakar, rendemen akan semakin banyak dan rasanya semakin manis," lanjutnya.

Sandi menegaskan praktik pembakaran tersebut telah dilarang. Kepolisian juga telah memberikan peringatan kepada masyarakat sejak awal karena pembakaran dapat menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas dan berpotensi menyebabkan karhutla menyebar ke wilayah lain.

"Tapi itu sudah kami ingatkan sejak awal, itu tidak boleh karena berdampak pada wilayah lainnya," ujarnya.

Dalam operasi yang berlangsung pada malam sebelumnya, polisi menangkap dua orang yang diduga membakar kebun tebu. Keduanya kemudian menjalani pemeriksaan untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Mendapat laporan tersebut, Prabowo meminta aparat tidak ragu mengambil tindakan terhadap para pelaku karhutla. Ia menekankan bahwa pelanggaran harus ditindak secara tegas, termasuk dengan melakukan penangkapan apabila diperlukan.

"itu harus ditindak tegas, ditangkap kalau perlu," tegasnya.

HIGHLIGHT

x|close