Karhutla di Nabire Meluas, 396,13 Hektare Lahan Terbakar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 14:29
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Upaya pemadaman Karhutla di Kabupaten Nabire, Sabtu, 22 Agustus 2026. Upaya pemadaman Karhutla di Kabupaten Nabire, Sabtu, 22 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, telah menghanguskan area seluas 396,13 hektare. Kebakaran tersebut tercatat melanda tujuh distrik sejak Sabtu, 18 Juli 2026 hingga Minggu, 23 Agustus 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan kondisi karhutla di Nabire masih menjadi perhatian karena sejumlah titik api belum berhasil dipadamkan.

"Kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas, angin kencang, serta banyaknya semak dan ilalang kering di wilayah tersebut," kata dia di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire, wilayah yang terdampak kebakaran mencakup Distrik Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, dan Yaur.

Baca juga: Prabowo Janji Naikkan Jabatan Mayjen Agus Hadi dan Irjen Herimen jika Karhutla di Riau Tuntas

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mencatat sebanyak empat kepala keluarga terdampak langsung akibat kejadian tersebut. Saat ini, mereka mendapatkan pendampingan dari petugas gabungan yang dikoordinasikan oleh BPBD Kabupaten Nabire.

Hingga Minggu, 23 Agustus 2026, masih terdapat sejumlah titik api yang belum berhasil ditangani. Kondisi medan dan keterbatasan akses menjadi salah satu kendala karena lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau oleh armada pemadam melalui jalur darat.

Pemerintah Kabupaten Nabire kemudian meminta dukungan tambahan dari pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan kebakaran. Bantuan yang dibutuhkan antara lain pengerahan helikopter untuk pemadaman dari udara atau water bombing, serta tambahan kendaraan pemadam guna menjangkau titik-titik api yang berada di medan sulit.

"Sebagian titik api masih belum dapat dipadamkan, karena tidak dapat dijangkau armada pemadam kebakaran, membutuhkan dukungan lebih lanjut berupa water bombing dan tambahan armada pemadam," katanya.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close