BMKG Deteksi 2.945 Titik Panas di Sumatra, Sumsel Catat Jumlah Tertinggi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 11:15
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kondisi Kantor Walikota Pekanbaru yang diselimuti asap dengan kualitas udara sangat tidak sehat pada Senin, 24 Agustus 2026. Kondisi Kantor Walikota Pekanbaru yang diselimuti asap dengan kualitas udara sangat tidak sehat pada Senin, 24 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 2.945 titik panas atau hotspot tersebar di Pulau Sumatra berdasarkan pembaruan data hingga pukul 07.00 WIB.

Prakirawan BMKG Pekanbaru Gita Dewi S mengatakan titik panas tersebut terpantau di 10 provinsi. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni mencapai 1.429 titik.

"Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Provinsi Riau dengan 491 titik, Jambi 437 titik, Lampung 203 titik dan Bangka Belitung dengan 115 titik, disusul Aceh 114 titik, Sumatera Utara 64 titik, Kepulauan Riau 53 titik, Sumatera Barat 20 titik, dan Bengkulu 19 titik," katanya, Senin, 24 Agustus 2026.

Di Provinsi Riau, sebanyak 491 titik panas ditemukan di 11 kabupaten dan kota. Kabupaten Pelalawan mencatat jumlah terbanyak dengan 239 titik, disusul Indragiri Hilir sebanyak 166 titik dan Bengkalis dengan 30 titik.

Baca JugaBMKG Catat 1.923 Titik Panas di Papua Tengah, Nabire Terbanyak

Titik panas lainnya tersebar di Indragiri Hulu sebanyak 13 titik, Rokan Hulu 12 titik, Kampar sembilan titik, Rokan Hilir delapan titik, Siak tujuh titik, Kuantan Singingi empat titik, serta Kota Dumai tiga titik.

Jumlah titik panas yang tinggi turut memengaruhi kondisi udara di Pekanbaru. Pada Minggu, 23 Agustus 2026 malam, jarak pandang di wilayah tersebut hanya mencapai 2,5 kilometer akibat kondisi berasap. Sementara itu, kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM 2,5 pada beberapa jam saat dini hari dan pagi berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru kemudian menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring dari rumah bagi peserta didik. Kebijakan tersebut berlaku selama satu hari untuk jenjang pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama.

Baca JugaBMKG Catat 2.610 Titik Panas di Sumatera

Dalam beberapa hari terakhir, Manggala Agni mencatat kebakaran lahan di Riau telah menghanguskan lebih dari 800 hektare. Kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu dengan luas sekitar 471 hektare, diikuti Pelalawan sekitar 300 hektare dan Kabupaten Kampar yang mengalami kebakaran hingga puluhan hektare.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close