Rusia Siap Mediasi AS-Iran Demi Redakan Ketegangan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 15:11
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Seorang anak laki-laki berjalan di depan sebuah spanduk yang menampilkan gambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump di depan rudal balistik Zolfaghar dan Zolghadr yang dipamerkan di Lapangan Azadi, Teheran, Iran, pada Minggu (2/8/2026) Seorang anak laki-laki berjalan di depan sebuah spanduk yang menampilkan gambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump di depan rudal balistik Zolfaghar dan Zolghadr yang dipamerkan di Lapangan Azadi, Teheran, Iran, pada Minggu (2/8/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintah Rusia menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran sebagai mediator guna mengakhiri ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat. Langkah diplomatik ini ditawarkan Moskow demi menjaga stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah yang kian memanas.

"Jika diminta, Rusia siap mendukung upaya mediasi, baik untuk mengakhiri agresi terhadap Iran maupun secara lebih luas untuk menjaga stabilitas di Timur Tengah, termasuk dalam kerangka konsep keamanan yang diperbarui di Teluk Persia yang sedang kami dorong," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Alimov, kepada surat kabar Izvestia sebagaimana dikutip RIA Novosti.

Eskalasi konflik antara kedua negara kembali memuncak setelah Presiden AS Donald Trump pada 8 Juli lalu mengumumkan batalnya kesepakatan gencatan senjata. Masa berlaku gencatan senjata tersebut dinyatakan berakhir terhitung sejak 18 Juni.

Pascapengumuman tersebut, militer AS melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim aksi militer itu mengekor tindakan tegas atas respons gangguan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Pihak Iran membalas langkah tersebut dengan melayangkan serangan balasan ke sejumah pangkalan militer AS yang tersebar di wilayah Timur Tengah. Selain menuding pihak Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata secara sepihak, Tehran juga mengambil langkah krusial dengan menutup jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close