Ntvnews.id, Yerusalem - Israel kembali memperluas aktivitas permukimannya di wilayah Tepi Barat. Pemerintah Israel secara resmi membuka kembali permukiman Ganim yang sebelumnya dikosongkan selama sekitar dua dekade.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz meresmikan kembali permukiman tersebut pada Kamis, 13 Agustus 2026. Sejumlah keluarga yang diproyeksikan menjadi penghuni rumah di kawasan itu turut hadir dalam acara peresmian.
"Di sinilah tanah Israel. Di sini, kami akan tinggal selamanya," kata Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dilansir dari AFP, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ganim merupakan satu dari empat permukiman Israel di Tepi Barat yang pernah dikosongkan pada 2005. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari rencana pelepasan wilayah yang dijalankan pemerintahan Perdana Menteri Israel saat itu, Ariel Sharon.
Pengosongan permukiman tersebut salah satunya dipengaruhi oleh posisi Ganim yang relatif terisolasi di kawasan utara Tepi Barat, yang dikelilingi berbagai kota dan desa Palestina.
Baca Juga: Israel Gerebek Kamp Pengungsi Palestina di Tepi Barat, 20 Warga Ditangkap
Di bawah pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, aktivitas pembangunan dan ekspansi permukiman Israel di Tepi Barat mengalami peningkatan. Pemerintah Israel bahkan telah secara resmi membuka kembali tiga dari empat permukiman yang sebelumnya dikosongkan, yakni Ganim, Sa-Nur, dan Homesh.
Di kawasan Ganim, hampir 20 unit rumah prefabrikasi telah berdiri. Sejumlah alat berat, termasuk mesin gilas, juga terlihat beroperasi untuk mempersiapkan lahan tambahan di lereng bukit yang akan digunakan untuk pembangunan rumah baru.
Sekitar 100 warga Israel dari Ganim dan sejumlah permukiman lain di Tepi Barat menghadiri seremoni pembukaan kembali tersebut. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz turut hadir bersama Yossi Dagan, kepala otoritas Israel yang menangani permukiman di wilayah utara Tepi Barat.
"Era pengosongan wilayah sudah berakhir. Mulai saat ini, kita hanya akan membangun," kata Dagan.
Rudal yang diluncurkan dari Iran ke arah Israel terlihat di langit di atas kota Hebron, Tepi Barat, pada 7 Juni 2026. Sirene berbunyi di beberapa wilayah di Israel utara akibat serangan rudal tersebut, yang terjadi setelah serangan Israel terhadap ib (Antara)
Dalam beberapa hari terakhir, militer Israel juga dilaporkan melakukan sejumlah tindakan di sekitar akses menuju permukiman. Beberapa toko di sepanjang jalan yang menghubungkan Ganim dengan wilayah Israel telah dihancurkan. Militer juga menutup sejumlah jalan tanah menuju kawasan warga Palestina dengan menempatkan tumpukan puing.
Israel telah menguasai Tepi Barat sejak 1967. Saat ini, lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di berbagai permukiman di wilayah tersebut. Permukiman Israel di Tepi Barat dianggap ilegal berdasarkan hukum internasional, sementara kawasan itu juga dihuni sekitar tiga juta warga Palestina.
Situasi keamanan di wilayah tersebut semakin memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina meningkat tajam sejak serangan Hamas dari Jalur Gaza ke Israel pada 7 Oktober 2023.
Arsip - Ekskavator Israel membongkar rumah warga Palestina di desa Deirat, timur Masafer Yatta, di kota Hebron, Tepi Barat selatan Senin, 4 Mei 2026. (Antara)