Israel Gerebek Kamp Pengungsi Palestina di Tepi Barat, 20 Warga Ditangkap

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 06:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Ekskavator Israel membongkar rumah warga Palestina di desa Deirat, timur Masafer Yatta, di kota Hebron, Tepi Barat selatan Senin, 4 Mei 2026. Arsip - Ekskavator Israel membongkar rumah warga Palestina di desa Deirat, timur Masafer Yatta, di kota Hebron, Tepi Barat selatan Senin, 4 Mei 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Tepi Barat - Pasukan Israel melancarkan penggerebekan di sebuah kamp pengungsi Palestina di Tepi Barat dan menangkap sedikitnya 20 orang dalam operasi yang berlangsung sejak Selasa malam.

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 6 Agustus 2026, militer Israel meningkatkan intensitas operasi di sejumlah kamp pengungsi di Tepi Barat. Penggerebekan tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya penggusuran dan intimidasi terhadap warga Palestina.

Reporter Al Jazeera, Nida Ibrahim, yang melaporkan dari Qalandiya di Tepi Barat yang diduduki, mengatakan situasi di lapangan semakin berbahaya bagi para jurnalis. Ia menyebut seorang jurnalis yang meliput operasi militer Israel pada pagi hari dipukuli oleh tentara Israel yang berjaga di lokasi.

Operasi dimulai sekitar pukul 23.00 waktu setempat pada Selasa malam. Seiring berjalannya operasi, militer Israel terus menambah jumlah personel yang dikerahkan ke dalam kamp pengungsi tersebut.

Selain melakukan penangkapan, pasukan Israel juga disebut melakukan intimidasi terhadap warga. Sejumlah pihak menilai tindakan tersebut merupakan tujuan utama dari rangkaian penggerebekan yang dilakukan di kamp-kamp pengungsi.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan telah menginstruksikan militer untuk menggelar operasi di kamp pengungsi keempat setelah sebelumnya melakukan penggerebekan di tiga kamp lain di wilayah utara Tepi Barat.

Baca Juga: Hamas Kutuk Kelakuan Israel di Tepi Barat

Operasi-operasi sebelumnya menyebabkan pengepungan kawasan serta penggusuran paksa terhadap warga Palestina yang tinggal di kamp-kamp tersebut.

Nama kamp pengungsi yang menjadi sasaran berikutnya tidak diungkapkan. Sejumlah pejabat militer Israel bahkan dikabarkan menyampaikan keberatan karena keterbatasan personel untuk menduduki kamp-kamp tersebut. Meski demikian, situasi saat ini dinilai telah memunculkan ketakutan di kalangan warga Palestina yang khawatir wilayah mereka akan menjadi target berikutnya.

Pemerintah Israel menyatakan operasi tersebut dilakukan untuk menciptakan "keamanan yang lebih baik" dan memburu warga Palestina yang diduga merencanakan serangan. Namun, sejumlah pihak menilai penggerebekan itu merupakan bagian dari eskalasi operasi militer Israel di Tepi Barat yang bertujuan menekan warga Palestina agar meninggalkan wilayah mereka.

Sementara itu, AFP melaporkan sekitar belasan kendaraan lapis baja militer Israel memasuki Kamp Pengungsi Qalandia. Tentara Israel juga menutup akses menuju kawasan tersebut bagi warga sipil maupun awak media.

Arsip - Roket yang ditembakkan dari Iran terlihat di atas Yerusalem dari Hebron, Tepi Barat pada 1 Oktober 2024. Tentara Israel mengumumkan bahwa rudal ditembakkan dari Iran ke arah Israel dan sirene terdengar di seluruh negeri, terutama di Tel Aviv. <b>(Antara)</b> Arsip - Roket yang ditembakkan dari Iran terlihat di atas Yerusalem dari Hebron, Tepi Barat pada 1 Oktober 2024. Tentara Israel mengumumkan bahwa rudal ditembakkan dari Iran ke arah Israel dan sirene terdengar di seluruh negeri, terutama di Tel Aviv. (Antara)

"Pasukan keamanan sedang beroperasi di area kamp Qalandia untuk menggagalkan aksi teror dan menangkap individu-individu yang dicari," kata seorang pejabat militer kepada AFP.

Badan Koordinator Aktivitas Pemerintah Israel di Wilayah Palestina (COGAT) menyatakan operasi besar tersebut menyasar "elemen teroris, infrastruktur teroris, serta kepemilikan dan perdagangan senjata".

"Kami tidak akan membiarkan kamp ini menjadi pusat terorisme atau tempat perlindungan bagi teroris dan penjahat, sama seperti kami tidak mengizinkan hal tersebut di kamp-kamp lain di seluruh Yudea dan Samaria," tambah pernyataan itu, menggunakan istilah alkitabiah untuk menyebut Tepi Barat.

Juru bicara komite pengelola Kamp Qalandia, Mohammad Aslan, mengatakan tentara Israel telah menangkap sedikitnya 20 warga serta menempatkan personel di atap sejumlah rumah yang berada di dalam kawasan kamp.

HIGHLIGHT

x|close