Teka-teki Febrio Adiono di Balik Kematian Sutrimo, Disebut Pengantar Jasad

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 09:29
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Se Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Se (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Nama Febrio Adiono ikut terseret dalam teka-teki kematian Sutrimo, pria yang ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Febrio disebut sebagai salah satu orang yang mengantarkan jasad Sutrimo.

Namun, identitas dan posisi Febrio masih menjadi pertanyaan. Di tengah penyelidikan polisi terkait penyebab kematian Sutrimo, informasi mengenai sosok Febrio juga belum sepenuhnya terungkap.

Dirangkum Senin (10/8/2026), Sutrimo tewas dengan kondisi mulut berbusa di depan Mordent Aesthetic Clinic. Di media sosial, Sutrimo ramai disebut sebagai kepala rumah tangga (karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah.

Nama Febrio kemudian mencuat karena disebut sebagai staf administrasi Kejagung sekaligus orang yang pernah menjadi ajudan Febrie Adriansyah. Namun, pihak Kejagung menegaskan Febrio bukan seorang jaksa.

Kejagung Ungkap Posisi Febrio

Kejagung memberikan penjelasan mengenai sosok Febrio dalam sesi doorstop dengan wartawan pada Jumat (7/8). Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna menyebut Febrio Andiono memang merupakan pegawai Kejagung yang bertugas sebagai staf administrasi.

"Yang namanya saudara Febrio, yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan," kata Anang saat menjawab pertanyaan wartawan terkait sosok Febrio adalah ajudan dari mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Baca Juga: Prabowo Akan Serahkan Sertifikat Tanah Gratis untuk Rumah MBR di Cirebon

Anang kemudian menjelaskan hubungan Febrio dengan Febrie Adriansyah. Menurut dia, Febrio sebelumnya merupakan staf Febrie. Setelah Febrie tersangkut masalah TPPU, Febrio kini tidak lagi mendampingi pejabat Kejaksaan dan hanya bertugas sebagai staf administrasi.

"Stafnya (Febrie) ya. Iya (Stafnya Febrie). (Saat ini) staf biasa. Enggak (mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya)," ujar Anang.

Di sisi lain, Anang mengaku tidak mengenal Sutrimo. Ia juga tidak mengetahui mengenai status Sutrimo yang disebut-sebut sebagai kepala rumah jaga (Karumga) Febrie.

"Saya tidak mengenal terhadap yang istilahnya Karumga, saya tidak dikenal sama sekali, dan bukan warga Kejaksaan. Jadi saya tidak berhak mengomentari itu," imbuhnya.

Polisi Dalami Sosok Febrio

Keterangan mengenai Febrio belum berhenti pada penjelasan Kejagung. Polisi juga akan mendalami identitas Febrio setelah namanya disebut sebagai salah satu pengantar jasad Sutrimo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya akan memastikan informasi mengenai status Febrio sebagai pegawai Kejagung.

"Nah ini nanti akan didalami (benar atau tidaknya Febrio pegawai Kejagung)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dihubungi wartawan, Minggu (9/8).

Pada saat yang sama, kematian Sutrimo telah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut menyebut kematian Sutrimo dianggap tidak wajar.

"Memang kemarin kami mendapat informasi, ada dari pelapor ataupun warga masyarakat melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait tentang kematian saudara S dianggap tidak wajar," ucapnya.

Pelapor juga meminta polisi melakukan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo. Ekshumasi merupakan proses penggalian atau pembongkaran kembali jenazah dari dalam kubur yang dilakukan pihak berwenang.

Baca Juga: PSSI Siapkan Evaluasi Menyeluruh Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF

Polisi menyatakan ekshumasi akan segera dilakukan untuk membantu mengungkap penyebab kematian Sutrimo.

"Akan disegerakan (ekshumasi) guna mengetahui penyebab kematian," ucapnya.

Sebelum ekshumasi dilakukan, polisi akan memeriksa dokter dari RS Muhamadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani jasad Sutrimo. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung pekan depan setelah dokter sebelumnya absen dalam pemeriksaan.

"Sehingga penyelidikan pihak kepolisian diharapkan untuk melakukan ekshumasi. Nanti kami akan menyampaikan secara bertahap terkait tentang laporan tersebut," ujar Budi.

"Minggu depan kita masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter rumah sakit Muhammadiyah yang menangani pertama pada saat pasien datang ke rumah sakit," imbuhnya.

Dengan demikian, sosok Febrio masih menjadi salah satu bagian yang didalami dalam rangkaian penyelidikan kematian Sutrimo. Polisi masih mendalami identitas serta keterkaitan Febrio dengan peristiwa tersebut, sementara penyebab kematian Sutrimo sendiri masih dalam proses penyelidikan.

HIGHLIGHT

x|close