Polri Siagakan Puluhan Ribu Personel Antisipasi El Nino dan Karhutla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Jul 2026, 12:00
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo (kedua kiri) dan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki (tengah kanan) beserta jajaran mengikuti rapat konsolidasi antisipasi El Nino hingga Karhutla di Gedung Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis, 30 Juli 2026. Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo (kedua kiri) dan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki (tengah kanan) beserta jajaran mengikuti rapat konsolidasi antisipasi El Nino hingga Karhutla di Gedung Mabes Polri, Jakarta, pada Kamis, 30 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Polri memperkuat langkah mitigasi untuk menghadapi fenomena El Nino, cuaca ekstrem, serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat pada puncak musim kemarau selama Juli hingga September 2026. Ribuan personel juga telah disiagakan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan di berbagai daerah.

Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Pencegahan dan Penanganan Karhutla yang dipimpin Wakil Kapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo bersama Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan rapat konsolidasi itu merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar mitigasi dilakukan lebih awal guna menekan risiko karhutla sekaligus mengurangi dampak El Nino terhadap masyarakat.

"Seluruh jajaran telah bergerak melalui patroli terpadu, penguatan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan," katanya.

Baca JugaMenhut Raja Juli Ungkap Antisipasi Pemerintah Hadapi Ancaman El Nino dan Karhutla

Johnny menjelaskan, Polri telah menjalankan berbagai langkah mitigasi sejak fase prabencana melalui pendekatan berbasis data, kerja sama lintas sektor, dan peningkatan kesiapan personel.

Langkah tersebut meliputi pembaruan peta wilayah rawan karhutla, verifikasi titik panas di lapangan, penguatan sistem peringatan dini, serta optimalisasi patroli terpadu bersama TNI, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Selain itu, personel Bhabinkamtibmas bersama Babinsa juga ditugaskan mendata kondisi masyarakat di wilayah rawan, termasuk ketersediaan sumber air, potensi kekeringan, kondisi lahan pertanian, hingga kebutuhan bantuan sosial apabila dampak El Nino semakin meningkat.

Polri turut memanfaatkan command center yang telah terintegrasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memantau titik panas secara real time. Penggunaan drone, kamera CCTV di pos pemantauan, serta sistem informasi kebakaran juga dioptimalkan agar potensi kebakaran dapat segera terdeteksi dan ditangani sebelum meluas.

Baca JugaPrabowo Kumpulkan Menteri dan Kepala Lembaga, Bahas Strategi Hadapi El Nino dan Ancaman Karhutla

Dalam mendukung operasi penanganan karhutla, Polri menyiagakan 48.368 personel Sabhara dan 23.360 personel Brimob. Selain itu, diterapkan sistem rayonisasi antarpolres dan antarpolda agar pengerahan personel maupun peralatan dapat dilakukan dengan cepat sesuai kebutuhan di lapangan.

Di sisi penegakan hukum, Polri terus memperketat pengawasan terhadap praktik pembakaran hutan dan lahan. Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 118 penyelidikan, 30 penyidikan, serta 115 tersangka telah diproses.

Penindakan tidak hanya ditujukan kepada pelaku di lapangan, tetapi juga terhadap pihak yang memerintahkan, mendanai, maupun memperoleh keuntungan dari pembakaran hutan dan lahan, termasuk korporasi yang terbukti melanggar ketentuan.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close