Menteri Israel Pimpin Warga Yahudi Dobrak Kompleks Masjid Al Aqsa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jul 2026, 10:01
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem Arsip foto - Kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem (Antara)

Ntvnews.id, Yerusalem - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, memimpin ratusan warga Yahudi Israel memasuki kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, Palestina, pada Kamis, 29 Juli 2026. Aksi tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan hari berkabung umat Yahudi.

Rekaman AFP memperlihatkan Ben Gvir bersama ratusan warga Yahudi berada di kawasan kompleks Al Aqsa untuk memperingati Tisha B'Av, hari puasa yang mengenang kehancuran Bait Suci Pertama dan Kedua.

Dalam video yang diunggah melalui saluran Telegram miliknya, Ben Gvir menyampaikan, "Lihatlah apa yang terjadi di sini. Orang-orang Yahudi sedang berdoa dan merasa bahwa merekalah pemilik sah tempat ini."

Ia juga mengatakan, "Di mana pun, orang-orang memahami bahwa Negara Israel adalah pemegang otoritas yang berdaulat. Masih banyak yang harus dilakukan, dan dengan pertolongan Tuhan, kami akan terus melangkah maju."

Kunjungan tersebut dilakukan saat Tisha B'Av diperingati mulai Rabu, 22 Juli 2026 malam hingga Kamis, 23 Juli 2026 Aksi itu dinilai melanggar pengaturan status quo yang telah berlaku selama puluhan tahun di kompleks Masjid Al Aqsa.

Masjid Al Aqsa merupakan situs suci ketiga bagi umat Islam sekaligus lokasi yang paling disucikan dalam agama Yahudi karena diyakini sebagai tempat berdirinya dua bait suci kuno.

Baca Juga: Ribuan Pemukim Israel Masuk Kompleks Al Aqsa, Palestina dan Negara Arab Kecam Keras

Pengelolaan kawasan di Yerusalem Timur tersebut diatur melalui kesepakatan status quo antara Israel dan Yordania. Berdasarkan pengaturan itu, lembaga keagamaan Yordania bertugas mengelola situs tersebut. Warga Yahudi diperbolehkan berkunjung, tetapi tidak diizinkan melaksanakan ibadah di dalam kompleks, sementara umat Muslim tetap memiliki hak menjalankan ibadah tanpa gangguan.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, Ben Gvir bersama sejumlah warga Yahudi berulang kali melanggar ketentuan tersebut, termasuk dengan melaksanakan doa secara terbuka di dalam kompleks. Tindakan itu menuai kecaman dari Yordania, Otoritas Palestina di Ramallah, serta berbagai lembaga keagamaan Islam.

Pemerintah Yordania kembali mengecam kunjungan terbaru Ben Gvir ke Masjid Al Aqsa.

"Yordania dengan tegas menolak dan mengecam keras tindakan penerobosan yang terus dilakukan oleh para pejabat Israel, anggota Knesset, dan pemukim ekstremis ke Masjid Al Aqsa, serta peran polisi Israel dalam memfasilitasi tindakan-tindakan tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Fouad Al Majali, dalam pernyataannya pada Kamis.

Ratusan Umat Yahudi Datangi Kompleks Al Aqsa untuk Gelar Ritual Ini <b>(Tangkapan Layar)</b> Ratusan Umat Yahudi Datangi Kompleks Al Aqsa untuk Gelar Ritual Ini (Tangkapan Layar)

Ia juga menyebut tindakan tersebut sebagai "upaya yang tidak dapat diterima untuk memaksakan realitas baru di Masjid Al-Aqsa/Al-Haram Al-Sharif melalui upaya mengubah pengaturan yang ada saat ini."

Kecaman serupa juga disampaikan Turki. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan, "Kami mengingatkan komunitas internasional bahwa mencegah tindakan provokatif pemerintahan Netanyahu serta upaya menciptakan situasi fait accompli (fakta yang sudah terjadi dan tidak dapat diubah) merupakan tanggung jawab bersama. Tindakan-tindakan tersebut melanggar status historis dan hukum situs-situs suci di Yerusalem, khususnya Masjid Al-Aqsa, yang merupakan milik eksklusif umat Islam."

Di sisi lain, pemerintah Israel tetap menyatakan bahwa kebijakan resminya mengenai status quo di Masjid Al Aqsa tidak mengalami perubahan, meski insiden serupa terus memicu ketegangan dalam konflik Israel-Palestina.

Sejak menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional, Ben Gvir tercatat telah mengunjungi Masjid Al Aqsa lebih dari 12 kali. Pada peringatan Tisha B'Av sebelumnya, ia juga menggunakan momen tersebut untuk menyerukan langkah yang lebih keras terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Selain menjadi hari berkabung atas kehancuran Bait Suci Pertama dan Kedua, Tisha B'Av juga secara tradisional dikaitkan dengan berbagai peristiwa yang diyakini sebagai bencana yang menimpa bangsa Yahudi sepanjang sejarah.

x|close