Bakom Resmi Gelar SNT di 17 Daerah Demi Pemerataan Mutu Pendidikan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jul 2026, 16:51
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam keterangan virtual yang diterima di Jakarta, Selasa (28/7/2026) Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam keterangan virtual yang diterima di Jakarta, Selasa (28/7/2026) (antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) resmi diluncurkan di 17 kabupaten/kota untuk tahun ajaran 2026-2027 Guna memperkokoh ekosistem pendidikan di berbagai pelosok daerah, Informasi ini disampaikan langsung oleh Muhammad Qodari selaku Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom).

Langkah pemerintah dalam menggenjot pemerataan mutu pendidikan ini didasari atas masih minimnya persebaran sekolah berkualitas. Qodari menggarisbawahi bahwa hingga kini, fasilitas SMP dan SMA berstandar baik baru menjangkau sekitar 4 persen kecamatan di tanah air.

"Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mulai menyelenggarakan Sekolah Nasional Terintegrasi atau SNT. SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pembelajaran yang berkesinambungan," jelas Qodari.

Baca Juga: Bakom Tegaskan Program Magang Nasional Perkuat Pengembangan SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Pengadaan SNT pada tahun ajaran 2026-2027 mencakup 17 kabupaten/kota yang tersebar di 13 provinsi. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, Ibu Kota Nusantara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Jepara, Kota Subulussalam, Kota Tarakan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kupang, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Tebo, hingga Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Mengenai proses penerimaan peserta didik baru, program SNT ditujukan bagi prospective siswa yang akan memasuki jenjang kelas 7 SMP serta kelas 10 SMA.

"Pada tahap awal, pembelajaran menggunakan lokasi yang telah disiapkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sementara pembangunan kampus permanen terus berlangsung. Pendaftaran diprioritaskan bagi calon murid dari kabupaten atau kota tempat SNT berada," tutur Qodari.

SNT didesain sebagai simpul akselerasi kualitas pendidikan di daerah. Hal ini diwujudkan lewat penguatan kapasitas tenaga pendidik, pertukaran praktik terbaik, optimalisasi sarana belajar, hingga jalinan kemitraan aktif dengan sekolah-sekolah di wilayah sekitar.

Baca Juga: Pemerintah Segera Revitalisasi SDN Tanggirejo, Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Melalui penggabungan jenjang SMP dan SMA dalam satu lingkungan belajar yang terpadu, para siswa SNT akan menjalani kurikulum nasional yang diperkaya pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) berbasis STEM—mencakup sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika—serta olahraga. Selain itu, murid diberikan ruang ekspresi yang lebih luas guna mengasah karakter, minat, dan bakat mereka.

Qodari turut menegaskan bahwa kehadiran SNT hadir untuk memperkuat dan melengkapi inisiatif pendidikan nasional lainnya, seperti Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda.

"Masing-masing memiliki sasaran dan pendekatan yang berbeda, tapi semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara optimal," demikian Muhammad Qodari.

Baca Juga: Qodari: Posisi Duduk Sidang Kabinet Mengikuti Format Taklimat Presiden

(Sumber: Antara)

 

x|close