Bakom: PSEL Bantu Urai Sampah Sekaligus Ciptakan Lapangan Kerja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jul 2026, 11:27
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi: Pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali menandai dimulainya fase implementasi sistem pengolahan sampah modern di Indonesia setelah melalui berbagai tahapan teknis, investasi, dan seleksi teknologi, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Ilustrasi: Pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali menandai dimulainya fase implementasi sistem pengolahan sampah modern di Indonesia setelah melalui berbagai tahapan teknis, investasi, dan seleksi teknologi, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (antara)

"Implementasi kebijakan ini diharapkan memberikan manfaat ganda, yakni menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, mengurangi emisi gas rumah kaca, sekaligus meningkatkan pasokan energi bersih nasional"

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Komunikasi (Bakom) RI mengungkapkan bahwa pemerintah bersama Danantara telah resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bali melalui peletakan batu pertama. Proyek ini diharapkan tidak hanya mampu mengatasi persoalan sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Laksmi Widyajayanti menjelaskan pembangunan PSEL memiliki dampak strategis bagi pengelolaan lingkungan dan pengembangan energi bersih di Indonesia.

“Implementasi kebijakan ini diharapkan memberikan manfaat ganda, yakni menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, mengurangi emisi gas rumah kaca, sekaligus meningkatkan pasokan energi bersih nasional untuk memperkuat ketahanan energi serta menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau (green jobs), peningkatan investasi teknologi ramah lingkungan, serta terbentuknya ekosistem ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ujar Laksmi dalam rilis yang disiarkan oleh Bakom di Jakarta pada Senin 27 juli 2026.

Baca juga :Bakom Tegaskan Program Magang Nasional Perkuat Pengembangan SDM Menuju Indonesia Emas 2045

Laksmi menambahkan, fasilitas yang ditargetkan mulai beroperasi penuh pada akhir 2027 itu diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah setiap hari, atau sekitar 80 hingga 90 persen dari total timbulan sampah harian, menjadi energi listrik.

PSEL Bali juga dipersiapkan sebagai proyek percontohan sekaligus acuan dalam pengelolaan sampah nasional. Pemerintah berencana membangun fasilitas serupa di sejumlah daerah yang memiliki volume sampah tinggi dan berstatus darurat sampah, di antaranya Kota Bekasi, kawasan Bogor Raya, serta delapan lokasi strategis lainnya.

Meski demikian, Laksmi menegaskan bahwa keberadaan teknologi pengolahan sampah di hilir tidak akan optimal tanpa dukungan masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

“Dengan adanya PSEL, bukan berarti semua sampah dapat dicampur. Pemilahan sampah sejak dari sumber merupakan kunci yang harus dimulai dari diri sendiri, tetap menjadi langkah yang sangat penting yang kami harapkan dari seluruh masyarakat,” tegasnya.

Baca juga :Efek Ganda PSEL: Sampah Terurai, Lapangan Kerja Tercipta

Pembangunan fasilitas Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi sistem pengelolaan sampah nasional. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan dapat terlaksana secara cepat, terukur, dan tepat sasaran.

(Sumber:Antara)

x|close