Polri dan FBI Perkuat Kerja Sama Hadapi Kejahatan Modern dan Transnasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jul 2026, 21:45
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (kanan) bertemu dengan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Kash Patel (kiri) dalam audiensi di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo (kanan) bertemu dengan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Kash Patel (kiri) dalam audiensi di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional bersama Federal Bureau of Investigation (FBI) dalam menghadapi berbagai perkembangan kejahatan modern.

Pernyataan tersebut disampaikan Listyo Sigit saat bertemu Direktur FBI Kash Patel di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026. Dalam pertemuan itu, Kapolri menyebut FBI menjadi salah satu mitra penting Polri dalam kerja sama penegakan hukum lintas negara.

Menurutnya, hubungan kerja sama yang telah berjalan perlu terus dikembangkan agar kedua institusi mampu menghadapi ancaman kejahatan transnasional yang semakin kompleks.

Polri dan FBI memiliki dasar kerja sama melalui Letter of Intent tentang Kerja Sama Timbal Balik dalam Pengembangan Kapasitas serta Pencegahan dan Penanggulangan Kejahatan Transnasional yang ditandatangani pada 5 Juli 2019. Kerja sama tersebut telah diperpanjang hingga 2029.

Baca JugaPrabowo Terima Direktur FBI di Kertanegara, Apa yang Dibahas?

Kapolri mengatakan kolaborasi tersebut turut memberikan dampak terhadap peningkatan kemampuan personel Polri. Hingga saat ini, sebanyak 286 anggota Polri telah mengikuti berbagai program pengembangan kapasitas bersama FBI.

“Dukungan tersebut telah memberikan kontribusi penting bagi peningkatan profesionalisme, pengetahuan, dan kemampuan teknis personel Polri dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern,” ucap Listyo Sigit.

Ia berharap kerja sama pengembangan kapasitas antara Polri dan FBI dapat terus diperluas, terutama dalam bidang tindak pidana yang menjadi perhatian utama.

Selain itu, Polri juga akan mengoptimalkan peran Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) sebagai pusat pelatihan dan pendidikan internasional bagi aparat penegak hukum.

Baca JugaFBI Peringatkan Potensi Serangan Drone Iran di California

JCLEC selama ini telah melibatkan peserta dari 101 negara, termasuk Amerika Serikat, dalam berbagai program peningkatan kapasitas penegakan hukum.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri turut membahas perkembangan kejahatan siber dan jaringan penipuan daring yang semakin terstruktur.

Ia juga menyoroti ancaman terorisme yang kini memanfaatkan perkembangan teknologi, seperti media sosial, platform digital, komunikasi terenkripsi, hingga penyebaran propaganda yang menyasar kelompok rentan, termasuk generasi muda.

“Polri berharap kerja sama dengan FBI dapat diperluas dalam menghadapi radikalisasi daring, ekstremisme berbasis kekerasan, investigasi komunikasi digital, dan perlindungan masyarakat dari propaganda terorisme,” tuturnya.

(Sumber: Antara)

x|close