KDM Panggil Bupati Purwakarta Terkait Lagu Viral yang Dituduh Rendahkan Perempuan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jul 2026, 10:05
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzen atau yang akrab disapa Om Zein Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzen atau yang akrab disapa Om Zein (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Kontroversi lagu berjudul "Lalaki Langit Lalanang Bejad" yang ramai diperbincangkan di media sosial berujung pada pemanggilan Bupati Purwakarta, Om Zein, oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi (KDM). Lagu tersebut menjadi sorotan publik setelah sejumlah warganet mengkritik liriknya yang dinilai kontroversial.

Pemanggilan Om Zein dilakukan secara terbuka dan disiarkan melalui kanal YouTube resmi Kang Dedi Mulyadi. Dalam kesempatan itu, KDM meminta penjelasan langsung dari Bupati Purwakarta terkait latar belakang pembuatan lagu yang menjadi polemik di tengah masyarakat.

KDM menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan dimaksudkan untuk memberikan hukuman kepada Om Zein. Menurutnya, sebagai Gubernur Jawa Barat, dirinya memiliki tugas melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kepala daerah, sedangkan kewenangan pemberian sanksi berada di tangan Kementerian Dalam Negeri.

“Jadi Bapak Bupati (Om Zein) sengaja kita undang pada hari ini tidak untuk melakukan hukuman, karena kita tidak punya otorisasi untuk memberikan hukuman kepada Kepala Daerah,” ujar KDM.

“Tetapi kita ini diberikan tugas untuk melakukan pembinaan, pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Daerah. Sebenarnya kalau sanksi itu ada di Kemendagri,” tambahnya.

Dalam dialog tersebut, KDM juga meminta Om Zein menjelaskan asal-usul lagu "Lalaki Langit Lalanang Bejad". Om Zein mengungkapkan bahwa karya tersebut merupakan refleksi perjalanan hidup pribadinya yang ditulis jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Baca Juga: Jadi Operator Judol-Scamming, 67 WN China Dideportasi dari RI Lewat Soetta

Ia menjelaskan, lirik lagu tersebut berawal dari puisi yang ditulis pada 2020. Menurutnya, isi lagu menggambarkan pengalaman hidup, perjalanan asmara, hingga dinamika keluarga yang pernah dialaminya pada masa lalu.

KDM kemudian meluruskan anggapan publik dengan menyebut lagu tersebut dibuat ketika Om Zein masih berprofesi sebagai pengusaha, bukan saat telah menjadi pejabat publik.

“Bapak ini sebelum jadi Bupati itu nakal, makanya membuat lirik Lalaki Langit Lalanang Bejad,” celetuk KDM yang langsung diamini oleh Om Zein.

“Iya itu betul cerita tentang diri saya,” jawab Om Zein.

Menanggapi kritik yang bermunculan, Om Zein menegaskan bahwa lagu tersebut tidak dibuat untuk merendahkan perempuan maupun pihak tertentu. Ia menyebut karya itu sepenuhnya merupakan otobiografi yang menceritakan masa lalunya.

Sebagai bentuk tanggung jawab atas polemik yang muncul, Om Zein juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu dengan isi lirik lagu tersebut.

“Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri,” tegas Om Zein.

Melalui klarifikasi yang disampaikan secara langsung di hadapan Kang Dedi Mulyadi, pemerintah berharap masyarakat dapat memahami konteks di balik pembuatan lagu tersebut sebagai bagian dari kisah masa lalu Om Zein sebelum menjabat sebagai kepala daerah.

x|close