Cerita Pengemudi Ojek Online Sambut Berlakunya Komisi 92 Persen: 7 Tahun Berjuang, Kini Diwujudkan Pak Prabowo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jul 2026, 23:42
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Sejumlah pengemudi ojol saat konvoi di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta, Selasa (2/9/2025). Sejumlah pengemudi ojol saat konvoi di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta, Selasa (2/9/2025). (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Senyum para pengemudi ojek online (ojol) tampak lebih lebar pada Rabu, 1 Juli 2026. Hari ini menjadi momen yang telah lama mereka nantikan, yakni dimulainya pemberlakuan skema pembagian komisi baru dengan porsi 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk perusahaan aplikasi.

Bagi ribuan pengemudi, perubahan angka itu bukan sekadar soal persentase. Setiap perjalanan kini memberikan pendapatan yang lebih besar dibanding sebelumnya.

Selisih beberapa ribu rupiah dalam satu order memang terlihat kecil, tetapi jika dikumpulkan dari puluhan perjalanan setiap hari, nilainya menjadi tambahan yang berarti untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil sekaligus tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Alhamdulillah hari ini adalah hari pertama pemberlakuan pembagian komisi, yaitu 92 persen untuk ojek online dan 8 persen untuk aplikator. Ini semua dilakukan sebagai bentuk respons yang sangat luar biasa dari Pak Prabowo. Arahan Presiden kepada kami para pembantunya adalah bagaimana kami betul-betul merespons dan meneruskan hal-hal yang terkait dengan masyarakat kecil," ujar Maman di Jakarta, Rabu.

Cerita Bahagia Pengemudi Ojol

Kegembiraan itu juga dirasakan Imam Efendi, pengemudi Gojek yang mengaku telah bertahun-tahun memperjuangkan penurunan potongan komisi.

"Hari ini potongan sudah turun jadi sekitar 8 persen. Alhamdulillah. Tujuh tahun demo berjuang akhirnya turun, diwujudkan pada zaman Pak Prabowo. Bahkan ini yang terendah sepanjang aplikasi lahir. Dulu awalnya 10 persen, kemudian naik jadi 20 persen, sampai terakhir bahkan 30 persen," kata Imam.

Menurutnya, tambahan pendapatan sekitar Rp1.500 hingga Rp3.000 per perjalanan memang tidak langsung mengubah keadaan secara drastis. Namun, bagi pengemudi yang bekerja dari pagi hingga malam, tambahan tersebut sangat berarti.

"Meski kenaikan penerimaan driver sekitar Rp1.500 sampai Rp3.000, bagi kami sudah bersyukur. Bisa untuk tambah beli bensin," ujarnya.

Cerita serupa datang dari Kurnia Trisdian, pengemudi Grab. Ia langsung merasakan perbedaan pendapatan sejak aturan baru mulai berlaku.

"Kalau ongkos di penumpang Rp15.200, alhamdulillah sekarang saya dapat Rp14.000. Biasanya kalau ongkos penumpang Rp15.000 saya cuma dapat Rp11.000 sampai Rp12.000," tutur Kurnia.

Ia mengatakan selisih pendapatan yang diterima dalam setiap perjalanan memang tampak sederhana. Namun, ketika dikalikan dengan banyaknya order dalam sehari, manfaatnya terasa nyata.

"Alhamdulillah, bedanya besar sekarang. Mungkin bedanya cuma Rp1.000 sampai Rp2.000, tapi kalau sehari dapat banyak penumpang, bantu banget pendapatan saya. Alhamdulillah Pak Prabowo mau dengerin sopir ojol," katanya.

Hari pertama penerapan pembagian komisi 92 persen untuk pengemudi dan 8 persen untuk aplikator pun menjadi babak baru yang membawa optimisme di kalangan pengemudi ojek online.

Setelah bertahun-tahun menyuarakan aspirasi mengenai besaran potongan aplikasi, mereka kini mulai merasakan hasil dari perubahan kebijakan yang diyakini akan memberikan ruang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan para pengemudi di lapangan.

x|close