Ntvnews.id, Jakarta - Alasan di balik penganiayaan terhadap seorang driver ojek online (ojol) di Pelabuhan Kendari – Wawonii, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terungkap. Pelaku berinisial LK (46) mengaku nekat melakukan pemukulan karena diliputi rasa putus asa setelah seharian tidak mendapatkan penumpang.
LK mengaku dirinya bersama sejumlah pengemudi ojek pangkalan selama ini meminta agar pengemudi ojol tidak mengambil penumpang tepat di area pelabuhan. Menurutnya, mereka hanya berharap ada jarak sekitar 100 meter agar penumpang yang baru turun dari kapal lebih dulu menggunakan jasa ojek pangkalan.
“Saya putus asa pak, seharian belum dapat penumpang, dan saya butuh uang anakku yang pertama mau masuk kuliah,” ujar LK dengan mata berkaca-kaca saat diamankan di Polresta Kendari, Jumat (26/6/2026) malam.
Informasi dan video diunggah akun kendari info.
View this post on Instagram
LK mengaku penghasilan keluarganya hanya bergantung dari menarik penumpang di pelabuhan. Kesempatan mendapatkan penumpang pun hanya datang ketika kapal sandar.
“Hanya di situ kasian pak, ojek pelabuhan. Pergi kapal berhenti mi juga harapan dapat uang, kalau datang kapal syukur-syukur dapat penumpang,” katanya.
Menurut LK, kondisi tersebut berbeda dengan pengemudi ojol yang dinilainya tetap bisa memperoleh penghasilan dari berbagai layanan, seperti mengantar penumpang maupun pesanan makanan. Sementara ojek pangkalan hanya bergantung pada penumpang yang datang ke pelabuhan.
Ia juga mengaku pernah memiliki keinginan bergabung menjadi driver ojol. Namun keterbatasan kemampuan membaca membuatnya mengurungkan niat tersebut.
“Saya mau juga daftar ojol, tapi kami di sini tidak tahu membaca. Seandainya bisa, sudah lama mi pak saya daftar,” tutupnya.
Baca Juga: Polisi Tangkap Tersangka Penganiayaan Caddy Golf di Tangerang
Ilustrasi garis polisi dalam peristiwa penembakan gereja di Michigan, Amerika Serikat (AS). (ANTARA)