Pramono Ingin Budaya Betawi Bisa Bertarung Secara Internasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jun 2026, 23:08
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Youtube Pemprov DKI)

Ntvnews.id

, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk mengangkat budaya Betawi ke panggung internasional sebagai bagian dari identitas utama Jakarta pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.

Menurut Pramono, budaya Betawi harus menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus memiliki daya saing di tingkat global. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong berbagai langkah strategis untuk memperkuat eksistensi budaya Betawi dalam kehidupan masyarakat modern.

"Sebagai gubernur saya harus menjalankan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024. Di dalam Undang-Undang itu berbunyi budaya, kultur utama di Jakarta sekarang ini, Betawi," ucap Pramono saat menghadiri Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juni 2026 malam.

Dalam upaya menjaga marwah budaya Betawi, Pramono menegaskan bahwa ondel-ondel tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai sarana mengamen di jalanan. Menurutnya, kesenian khas Betawi tersebut memiliki nilai sejarah dan filosofi yang sangat tinggi sehingga perlu mendapatkan tempat yang lebih terhormat.

Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Monas  <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Monas (NTVNews.id/Adiansyah)

Untuk menyambut peringatan 500 tahun Jakarta, Pemprov DKI berencana menghadirkan 500 ondel-ondel dengan desain khusus yang dibuat oleh para desainer ternama. Program ini diharapkan mampu menghadirkan wajah baru budaya Betawi yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya.

"Padahal yang namanya ondel-ondel ini, Saudara-saudara sekalian, nilai filosofinya luar biasa. Maka untuk itu dalam rangka 500 tahun nanti, saya akan menampilkan 500 ondel-ondel yang dibuat oleh desainer-desainer top yang akan memberikan wajah baru ondel-ondel Jakarta," ungkapnya.

Pramono juga menegaskan bahwa penguatan budaya Betawi tidak hanya dilakukan melalui simbol dan acara seremonial, tetapi juga diterapkan dalam aktivitas pemerintahan sehari-hari.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah mendorong penggunaan pakaian adat Betawi dalam berbagai kegiatan resmi di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Para pejabat kini diarahkan untuk mengenakan busana khas Betawi seperti ujung serong dan kebaya encim dalam agenda tertentu, menggantikan penggunaan jas formal.

x|close