Pramono Berduka atas Meninggalnya Siswi SMAN 6 Jakarta dalam Kecelakaan Tragis di Kebayoran Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jun 2026, 13:47
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kecelakaan menewaskan seorang siswi kelas X SMA Negeri 6 Jakarta berinisial NAEP di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kecelakaan menewaskan seorang siswi kelas X SMA Negeri 6 Jakarta berinisial NAEP di Jalan Lauser, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Antara)

Ntvnews.id

, JakartaGubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya seorang siswi SMAN 6 Jakarta, Neisha Amalia Evrian Putri (16), yang menjadi korban kecelakaan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juni 2026.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi ketika Neisha yang masih duduk di bangku kelas 10 SMAN 6 Jakarta sedang dibonceng sepeda motor. Dalam perjalanan di Jalan Losari, Jakarta Selatan, korban diduga terkena kabel yang melintang hingga menyebabkan kecelakaan fatal yang merenggut nyawanya.

"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Seorang siswi yang bernama Neisha Amalia Evrian Putri, 16 tahun, siswi kelas 10 SMA 6 Jakarta, memang betul kemarin meninggal dunia ketika dibonceng terkena kabel di Jalan Losari, Jakarta Selatan," ucap Pramono di Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juni 2026.

Pramono juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung mengambil langkah cepat dengan mengerahkan sejumlah instansi terkait untuk membantu keluarga korban.

Ia mengatakan telah menginstruksikan Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Dinas Bina Marga, serta perangkat daerah lainnya untuk memberikan dukungan maksimal, mulai dari penanganan pascakecelakaan hingga proses pemakaman.

Baca Juga: Setang Motor Tersangkut Kabel, Siswi SMAN 6 Jakarta Terjatuh dan Terlindas di Kebayoran Baru

Pramono Anung <b>(Ntvnews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)

Menurutnya, kabel yang diduga menjadi penyebab kecelakaan merupakan kabel milik PLN yang terputus. Pemerintah DKI pun bergerak cepat untuk memastikan seluruh kebutuhan keluarga korban dapat terpenuhi.

Sebagai bentuk kepedulian, Baznas (Bazis) DKI Jakarta melalui koordinasi Pemprov DKI turut memberikan santunan kepada keluarga almarhumah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyediakan tiga unit bus untuk mengantar para siswa dan rekan-rekan sekolah korban menuju lokasi pemakaman. Seluruh biaya yang berkaitan dengan proses tersebut turut difasilitasi oleh pemerintah daerah.

"Kemarin kita mengirim tiga bus untuk siswa bisa mengantar almarhumah ke pemakaman dan kami juga menanggung, apa ya, pembiayaan untuk itu," ungkapnya.

Terkait kemungkinan penyelidikan lebih lanjut atas insiden tersebut, Pramono menegaskan bahwa proses hukum sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Ia menjelaskan bahwa pihak keluarga korban memiliki pemahaman hukum yang baik dan telah menyampaikan keinginan agar kasus tersebut ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

"Ya, ini sudah dengan sendirinya, karena memang keluarga ini memahami tentang hukum. Sehingga neneknya juga meminta untuk itu. Karena ini persoalannya sudah masuk wilayah privat, kami persilakan untuk itu," tutup Pramono.

x|close