Pemprov DKI Gelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Monas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jun 2026, 14:15
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Chico Hakim Chico Hakim (NTVNews.id/ Adiansyah)

Ntvnews.id

, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026 di Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat, 19 Juni 2026 mulai pukul 17.30 hingga 22.00 WIB.

Mengusung tema "Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global", kegiatan tersebut jadi momentum untuk mengenang jasa para ulama dan habaib Betawi sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam pembangunan Jakarta.

Acara tersebut dijadwalkan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, para wali kota dan bupati administrasi, tokoh agama, habaib, ulama, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Jakarta.

Baca Juga: Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalu Lintas saat Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi 2026

Sebelum pelaksanaan haul akbar, rangkaian kegiatan akan diawali dengan ziarah ke sejumlah makam ulama dan habaib Betawi pada Jumat pagi. Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno bersama jajaran pemerintah kota dan kabupaten administrasi akan turut mengikuti kegiatan tersebut.

Ziarah dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi besar para ulama dan habaib dalam membangun kehidupan sosial, budaya, pendidikan, serta nilai-nilai keagamaan yang menjadi fondasi masyarakat Jakarta.

Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menjelaskan bahwa Haul Akbar menjadi sarana untuk mengenang sekaligus mendoakan para tokoh agama yang telah memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan Jakarta.

Menurutnya, para ulama dan habaib memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial yang diwariskan lintas generasi.

"Melalui Haul Akbar ini, Pemprov DKI Jakarta ingin mendoakan serta menghormati jasa-jasa mereka yang telah menjadi teladan dalam pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial bagi masyarakat," ujarnya di Jakarta, Jumat, 19 Juni 2026.

Chico menyampaikan, transformasi Jakarta menuju kota global tidak boleh menghilangkan identitas sejarah dan budaya yang telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, Pemprov DKI terus membangun kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk ulama, habaib, ustaz, dan ustazah untuk menjaga harmoni sosial serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan.

Baca Juga: Pramono Akui Akses Transportasi Publik untuk Disabilitas di Jakarta Belum Sempurna

"Jakarta sedang bertransformasi menjadi kota global. Namun, transformasi tersebut harus tetap berpijak pada akar sejarah, budaya, dan nilai-nilai religius yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus membangun kolaborasi dengan seluruh kalangan, termasuk para ulama, habaib, ustaz, dan ustazah, agar bersama-sama menjaga harmoni dan kemajuan Jakarta," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga akan meluncurkan Buku Direktori Ulama dan Habaib Betawi, yang berisi dokumentasi tokoh-tokoh agama yang telah memberikan kontribusi besar dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.

Pada tahap awal, direktori tersebut memuat 145 nama ulama dan habaib Betawi yang telah melalui proses penelitian dan pendokumentasian oleh tim penyusun. Ke depan, daftar tersebut akan terus diperbarui berdasarkan hasil kajian akademis serta masukan dari masyarakat dan berbagai pihak terkait.

Sejumlah Tokoh Ulama dan Habaib Betawi yang Masuk Direktori

Ulama Betawi; Syekh Abdurrahman Al-Mashri, Syekh Junaid Al-Betawi, Guru Marzuqi Cipinang Muara, Guru Mughni Kuningan, Guru Mansur Jembatan Lima, Guru Khalid Gondangdia, Guru Mahmud Romli, Guru Madjid Pekojan, Guru Amin Kalibata, Guru Mujib bin Sa'abah, Guru Ma'mun Rawa Buaya, Syekh KH Muhadjirin Amsar Ad-Dary, dan Guru Na'im Cipete.

Kemudian, KH Abdul Razaq Ma'mun, KH Noer Alie, KH Hasbiyallah, KH Abdullah Syafi'ie, KH Thohir Rohili, KH Fathullah Harun, KH Achmad Mursyidi, Syekh Dr Nahrawi Abdussalam, dan Muallim KH M. Syafi'i Hadzami.

Habib Betawi; Habib Muhammad bin Umar Al-Qudsi (Kampung Bandan), Habib Ali bin Abdurrahman Ba 'Alawi, Habib Husein Keramat Luar Batang, Habib Muchsin bin Muhammad Al-Attas (Al-Hawi), Syekh Salim bin Sumair Al-Hadhrami, Habib Ali bin Ahmad bin Zein Al-Aidid (Pulau Panggang), Habib Abdurrahman bin Alwi Asy-Syathri (Kampung Bandan), dan Habib Usman bin Yahya.

Lalu, Habib Abdurrahman Al-Habsyi Cikini, Habib Utsman Banahsan, Habib Ahmad bin Alwi Al-Haddad (Habib Kuncung), Habib Ali Kwitang, Habib Ali Bungur, Habib Salim bin Jindan Otista, Sayyidil Walid Abdurrahman bin Ahmad Assegaf, Habib Munzir Al-Musawa, dan Habib Hasan bin Ja'far Assegaf.

Ulama perempuan Betawi; Ustadzah Hj. Umamah, Nyai Hj. Siti Zubaidah KH Hasbiyallah, Prof.Dr. Hj Tutty Alawiyah AS, Dr. Hj Siti Suryani Taher, dan Hj. Saidah Said, M.A.

x|close