KSP Dudung Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jun 2026, 15:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman ( NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kebersamaan sebagai modal utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dalam pernyataannya melalui tayangan video yang diterima di Jakarta, Kamis, Dudung menegaskan bahwa kekuatan bangsa Indonesia terletak pada kemampuannya merawat persatuan di tengah keberagaman.

"Mari kita bersama sebagai bangsa Indonesia merapatkan barisan dan merawat persatuan untuk menuju Indonesia Emas 2045," ujar Dudung.

Menurutnya, perjalanan bangsa Indonesia tidak lepas dari berbagai tantangan yang menguji keutuhan negara. Meski demikian, Indonesia mampu bertahan dan berkembang karena memiliki nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi perekat keberagaman masyarakat.

Dudung mengingatkan bahwa sepanjang sejarahnya, Indonesia pernah menghadapi berbagai ancaman terhadap persatuan nasional, mulai dari pemberontakan hingga konflik yang berpotensi memecah belah bangsa.

Baca Juga: Dudung Saran Gaji Pegawai SPPG Bisa Buat Cicil Beli Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan CS

Ia menyebut sejumlah peristiwa seperti pemberontakan PKI, DI/TII, RMS, G30S/PKI, serta berbagai gerakan lainnya yang pernah mengganggu stabilitas dan keutuhan negara.

Selain itu, Indonesia juga pernah menghadapi konflik komunal dan dinamika sosial-politik di Papua maupun sejumlah wilayah lain yang menjadi ujian bagi persatuan nasional.

Di tengah kehidupan demokrasi yang terus berkembang, Dudung menilai masyarakat perlu bijak dalam menyampaikan kritik maupun pendapat. Menurutnya, pemerintah tetap memberikan ruang bagi publik untuk menyampaikan aspirasi sebagai bagian dari praktik demokrasi yang sehat.

"Pemerintah selalu membuka ruang untuk masyarakat menyampaikan pendapat termasuk kritik, karena kritik adalah nafas demokrasi yang harus membangun bukan meruntuhkan," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kritik harus disampaikan secara konstruktif dan tidak berubah menjadi provokasi, fitnah, ataupun upaya mengadu domba yang dapat mengganggu persaudaraan dan merusak persatuan bangsa.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman (tengah) dan Wamendiktisaintek Stella Christie (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai audiensi di Gedung KSP, Jakarta, Rabu 13 Mei 2026. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi. <b>(Antara)</b> Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman (tengah) dan Wamendiktisaintek Stella Christie (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan usai audiensi di Gedung KSP, Jakarta, Rabu 13 Mei 2026. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi. (Antara)

Dudung juga menyoroti berbagai upaya yang tengah dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat.

Menurutnya, pengalaman sejarah yang telah dilalui bangsa Indonesia seharusnya menjadi bahan refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan cita-cita nasional.

"Rangkaian sejarah Indonesia sampai dengan saat ini hendaknya dapat dijadikan tonggak atau introspeksi untuk menjadi Indonesia yang adil, makmur, berdaulat dan bermartabat," katanya.

Dudung berharap seluruh masyarakat dapat terus menjaga semangat persatuan dan gotong royong agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus mewujudkan target pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

x|close