Dudung Abdurachman Bantah Miliki Dapur MBG, Tantang Penyebar Isu Buktikan Klaimnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jun 2026, 04:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman ( NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman membantah kabar yang menyebut dirinya memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan tidak pernah memiliki maupun terlibat dalam pengelolaan dapur MBG seperti yang ramai diperbincangkan.

Dalam konferensi pers di Kantor KSP, Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026, Dudung bahkan menantang pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut untuk membuktikan tuduhannya.

"Saya informasikan dan tegaskan, tidak ada sama sekali saya memiliki dapur program tersebut. Kalau memang ada yang mendapati Pak Dudung punya dapur, silakan cek langsung, saya kasih hadiah nanti," kata Dudung.

Dudung kemudian menjelaskan bahwa keterlibatannya hanya sebatas menerima aspirasi dari sejumlah pengurus pesantren, yakni Abah Junaidi dan Ustaz Iskandar, sekitar enam hingga tujuh bulan lalu. Saat itu, para pengasuh pesantren menyampaikan harapan agar para santri juga dapat menjadi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Menurut Dudung, usulan tersebut muncul karena jumlah santri di lingkungan pesantren yang bersangkutan mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 orang. Dengan jumlah tersebut, para pengelola pesantren menilai pembangunan dapur MBG di lokasi tersebut layak dipertimbangkan.

Baca Juga: KSP Dudung Bahas Nasib 21.801 Motor Listrik BGN, Berpeluang Dialihkan untuk Program Lain

Menindaklanjuti aspirasi tersebut, Dudung mengaku hanya membantu mempertemukan para pengurus pesantren dengan Kepala Badan Gizi Nasional saat itu, Dadan Hindayana.

Ia menegaskan bahwa setelah proses komunikasi awal tersebut berlangsung, dirinya tidak lagi terlibat dalam pengurusan maupun pengambilan keputusan terkait pembangunan dapur MBG.

Meski demikian, beberapa pekan lalu Dudung sempat menanyakan perkembangan usulan tersebut kepada Dadan. Dari informasi yang diterimanya, proses administrasi masih belum rampung sehingga pembangunan fisik dapur MBG di lingkungan pesantren itu belum dapat dilakukan.

"Cuma karena saya yang meminta tolong kepada Pak Dadan untuk memfasilitasi pesantren itulah akhirnya muncul isu seakan-akan Pak Dudung yang punya dapur. Sekali lagi, saya tegaskan, secara riil dapurnya pun belum terbangun, dan saya sama sekali tidak terlibat di dalamnya," ujar Dudung.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman  <b>(NTVnews)</b> Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman (NTVnews)

Sementara itu, perkembangan terbaru di tubuh BGN menunjukkan adanya pergantian kepemimpinan. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis.

Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala BGN untuk memimpin lembaga tersebut.

Selain itu, dua wakil kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, juga dicopot dari jabatannya. Presiden kemudian menunjuk Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai wakil kepala BGN yang baru.

Dudung berharap klarifikasi yang disampaikannya dapat menghentikan spekulasi yang berkembang terkait keterlibatannya dalam pengelolaan dapur MBG dan menegaskan bahwa dirinya hanya membantu menjembatani aspirasi pesantren kepada pihak yang berwenang.

x|close