Ntvnews.id
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pemeriksaan tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan dana dari aktivitas impor barang.
“Saksi hadir dan didalami terkait dengan dugaan penerimaan dari importasi barang,” ujar Budi kepada para jurnalis di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.
Saat dikonfirmasi apakah ARR diperiksa karena diduga menerima aliran uang dalam perkara tersebut, Budi menegaskan pemeriksaan dilakukan untuk menggali informasi yang diketahui saksi terkait dugaan penerimaan oleh sejumlah oknum di Ditjen Bea Cukai.
“Bukan, tetapi terkait dengan pengetahuannya mengenai dugaan penerimaan oleh para oknum di Ditjen Bea Cukai,” jelasnya.
Baca Juga: Mendagri Duga Ini Penyebab Banyak Kepala Daerah Kena OTT KPK
Sebelumnya, pada Selasa, 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Dalam operasi tersebut, salah satu pihak yang diamankan ialah Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, Rizal.
Sehari setelah OTT, KPK menetapkan enam orang dari total 17 pihak yang diamankan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan di lingkungan Bea Cukai.
Para tersangka tersebut terdiri dari Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024 hingga Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono, serta Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan.
Selain pejabat Bea Cukai, KPK juga menetapkan pemilik Blueray Cargo John Field, Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri, dan Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan sebagai tersangka.
Baca Juga: Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Muncul dalam Dakwaan Terdakwa Pengusaha John Field
Kemudian, pada Kamis, 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan tersangka baru, yakni Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo.
Selanjutnya, pada Jumat, 27 Februari 2026, KPK mengungkapkan masih mendalami dugaan korupsi dalam pengurusan cukai, termasuk setelah penyitaan uang tunai senilai Rp5,19 miliar yang ditemukan dalam lima koper di sebuah rumah di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.
Uang tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan perkara dugaan korupsi yang sedang ditangani KPK.
(Sumber: Antara)
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin 4 Mei 2026. ANTARA/Rio Feisal (Antara)