Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat ekosistem perlindungan anak secara menyeluruh dan kolaboratif.
Menurutnya, peran perangkat desa maupun kelurahan perlu terus ditingkatkan, terutama dalam pendataan warga serta kepedulian terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar.
Pernyataan tersebut disampaikan Arifah menanggapi kasus meninggalnya seorang siswa SMK Negeri di Samarinda, Kalimantan Timur, berinisial MRS (16). Siswa tersebut sebelumnya mengeluhkan nyeri pada kaki yang menjalar hingga ke pinggang dan punggung, namun tetap bersekolah dan menjalani magang di salah satu pusat perbelanjaan. Ia meninggal dunia di rumahnya pada Jumat, 24 April 2026.
“Kami juga terus mendorong penguatan inisiatif Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai wadah kolaborasi masyarakat dalam memastikan pemenuhan hak anak," kata Arifah.
Ia menjelaskan, melalui program RBI diharapkan tidak ada lagi anak yang terlewat dari perhatian, khususnya terkait kesejahteraan dan perlindungan mereka.
Selain itu, Arifah turut mengapresiasi langkah cepat para pemangku kepentingan di Samarinda dalam menangani kasus tersebut.
Baca Juga: Menteri PPPA Sebut Kasus Kekerasan di Daycare Banda Aceh Jadi Alarm Keras Perlindungan Anak
"Apresiasi kepada Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kota Samarinda yang telah sigap merespon kasus ini," katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam mendeteksi serta merespons kondisi siswa sejak dini. Oleh karena itu, pemetaan kondisi ekonomi, kesehatan, dan psikososial siswa perlu dilakukan secara berkala oleh pihak sekolah.
Penguatan konsep Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) juga dinilai menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan.
Melalui SRA, seluruh unsur di lingkungan pendidikan mulai dari guru, orang tua, komite sekolah, alumni, hingga dunia usaha didorong untuk bersama-sama memastikan terpenuhinya hak serta perlindungan anak.
Baca Juga: Menteri PPPA Tekankan Penegakan Hukum dan Perlindungan Korban di Kasus Pati
Arifah juga mengingatkan pentingnya kepekaan warga sekolah terhadap perubahan kondisi siswa, baik secara fisik maupun psikologis.
“Tentu kita semua berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Setiap anak Indonesia harus dapat mengakses pendidikan tanpa harus mengorbankan keselamatan dan kesehatannya.
Momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa pendidikan yang aman, layak, dan bermutu adalah hak seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali,” katanya.
(Sumber: Antara)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. ANTARA/HO-KemenPPPA (Antara)