Ntvnews.id, Jakarta - Setiap anak memiliki individu yang unik dalam perkembangan otak, ada anak yang mengalami perkembangan cepat atau mengalami keterlambatan dalam perkembangan.
Bagi orang tua sangat penting untuk mengetahui perkembangan otak anak sejak dini, pasalnya perkembangan anak pada masa ini akan sangat mempengaruhi perkembangan di masa mendatang.
Setiap orang tua pastinya ingin anaknya berkembangan dengan optimas. Akan tetapu pada kenyataanya sering terjadi menemukan bahwa anak mengalami masalah dalam perkembangan otak sejak usia dini.
Terkait masalah tersebut, disampaikan Prof. Dr. dr Hardiono D. Pusponegoro, Sp. A(K) merupakan dokter anak dan konsultan neurologi anak mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen anak di dunia mengalami keterlambatan perkembangan, mulai dari ringan hingga berat meliputi perkembangan motorik, sosial emosional dan kognitif di usia 2-8 tahun.
80 Persen Otak Anak Berkembang di Masa Ini, Orang Tua Wajib Tahu! (Istimewa)
Sementara periode emas seorang anak atau disebut Golden Age merupakan pertumbuhan serta perkembangan anak yang berlangsung dari usia 0-6 tahun. Pada tahun tersebut, otak anak berkembang 80 persen, sedangkan 20 persen lagi berupa pelebaran permukaan otak dan peningkatan kompleksitas.
Maka dari itu, setiap orang tua harus memberikan yang terbaik dalam masa golden age untuk mendukung perkembangan otak anak serta mencegah permasalahan di masa depan.
Ada beberapa komponen yang menyebabkan perkembangan sang buah hati terlambat yaitu kurangnya asupan nutrisi. Pasalnya kekurangan nutrisi bakal mengganggu sistem saraf otak serta menyebabkan resiko penyakit di usia perkembangan.
Untuk membantu perkembangan anak, orang tua harus memberikan asupan yang berkualitas seperti ikan dengan kaya omega 3 di antara, salmon, arden, kembung hingga tuna. Selain itu juga ada telor, daging hati ayam yang kaya akan zat besi dan gizi lain.
Selain makanan tersebut, para orang tua harus memberikan asupan lain seperti susu yang mengandung nutrisi tinggi yaitu S-26 Procal, pasalnya dalam susu tersebut mengandung hampir 26 nutrisi penting yang di antaranya protein, DHA, AA, omega-3, omega-6, zat besi serta vitamin dan mineral.
Hal tersebut juga diperkuat dr. Yoga Yandika, Sp.A, yang merupakan dokter spesialis anak terkait perkembangan otak di masa golden period.
“Pada golden period, otak anak berkembang sangat pesat dengan membentuk triliunan koneksi antarsel saraf yang menjadi dasar bagi berbagai kemampuan belajar, Salah satu proses penting yang mendukung terbentuknya koneksi tersebut adalah mielinisasi, yaitu pembentukan lapisan mielin yang membantu penghantaran informasi antar sel saraf berlangsung lebih cepat dan efisien," kata Yoga Yandika.
"Proses ini perlu didukung melalui kombinasi gizi yang tepat, seperti Sphingomyelin, Fosfolipid, Alfa-laktalbumin, AA, DHA, kolin, dan zat besi sebagai bagian dari pola makan seimbang, yang diimbangi dengan stimulasi yang tepat, pengalaman belajar yang beragam atau multi-learning, serta lingkungan yang positif. Kombinasi tersebut membantu mendukung dan mengoptimalkan perkembangan otak si Kecil," sambung dia.
Pemberian nutrisi yang sangat cukup untuk perkembangan otak anak sangat penting. Kekurangan nutrisi bakal berdampak signifikan terhadap perkembangan sistem saraf mereka, hadirnya S-26 Procal diharapkan dapat membantu menangani permasalahan tersebut.
Nutrisi yang cukup yang terkadang dalam S-26 Procal seperti asam lemak, omega-3, vitamin B, mineral hingga zat gizi lainnya dapat membantu mengoptimalkan otak selama masa pertumbuhan.
Diketahui, kekurangan asupan nutrisi pada anak dapat mengganggu perkembangan sistem saraf otak dan dapat berpengaruh pada aspek kognitif serta perilaku anak. Dalam sebuah penelitian bahwa asupan nutrisi yang baik sejak usia dini dapat berdampak pada jangka panjang pada kesehatan otak anak.
World Brain Day 2026, Wyeth Nutrition Ajak Orang Tua Kenali Otak Anak (Istimewa)