Waspada, Dokter Bilang Efek Campak ke Otak Bisa Muncul 7 Tahun Kemudian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Apr 2026, 16:34
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
ilustrasi penanganan campak/ist ilustrasi penanganan campak/ist

Ntvnews.id, Jakarta - Kasus campak kembali menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Meskipun tren penularannya mulai menurun, para ahli menegaskan bahwa dampak penyakit ini tidak berhenti ketika pasien dinyatakan sembuh. Efek lanjutan campak justru dapat muncul jauh setelah fase akut berlalu, bahkan dengan konsekuensi yang serius.

Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Hinky Hindra Irawan Satari, menjelaskan bahwa campak berpotensi memicu komplikasi jangka panjang yang tidak selalu langsung terlihat. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah gangguan pada otak yang baru muncul bertahun-tahun setelah infeksi awal.

"Campak bisa menyebabkan komplikasi berat, bahkan setelah sembuh. Ada kondisi yang muncul 7 sampai 10 tahun kemudian dan berakhir fatal," ucapnya dalam webinar, Rabu (1/4/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa campak bukan sekadar penyakit yang selesai setelah gejala mereda. Dalam beberapa kasus, virus dapat meninggalkan dampak laten yang berkembang perlahan dan berujung fatal di kemudian hari.

Baca Juga: 4 Pemain Timnas Indonesia Kena Skorsing di Liga Belanda, Terkendala Masalah Izin Kerja

Selain risiko jangka panjang, campak juga membawa ancaman serius dalam jangka pendek. Tingkat kematian akibat penyakit ini masih tergolong signifikan, terutama pada anak-anak. Data menunjukkan bahwa sekitar satu dari seribu anak yang terinfeksi dapat meninggal dunia. Sementara itu, sebagian lainnya menghadapi komplikasi berat seperti pneumonia atau radang paru, serta ensefalitis atau peradangan otak.

Tingginya risiko tersebut tidak lepas dari sifat campak yang sangat mudah menular. Dalam kondisi tanpa pengendalian yang memadai, satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lainnya. Angka ini menempatkan campak sebagai salah satu penyakit infeksi dengan tingkat penularan paling tinggi.

"Sehingga penyebaran bisa cepat jika tidak dikendalikan dengan baik," tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Instruksikan BNPB Langsung Terjun ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kelompok yang paling rentan terdampak adalah anak-anak, khususnya balita yang belum memperoleh imunisasi lengkap. Namun demikian, risiko tidak terbatas pada kelompok usia tersebut. Remaja hingga orang dewasa juga dapat terinfeksi, terutama mereka yang belum atau tidak menerima vaksin secara lengkap.

Dalam konteks ini, pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan dampak campak. Imunisasi dinilai sebagai langkah paling efektif untuk memberikan perlindungan. Dengan pemberian dua dosis vaksin, tingkat perlindungan dapat mencapai sekitar 97 persen, sehingga risiko terjadinya komplikasi berat maupun kematian dapat ditekan secara signifikan.

x|close