Anwar Ibrahim Ancam Bubarkan Parlemen Jika Koalisi Pemerintah Malaysia Pecah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mei 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan pernyataan melalui video di Malaysia, Rabu (1/4/2026). Salah satu pernyataan Anwar adalah terkait kebijakan bekerja dari rumah bagi pegawai pemerintahan mulai 15 April 2025. (ANTARA/ Tangkapan layar - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan pernyataan melalui video di Malaysia, Rabu (1/4/2026). Salah satu pernyataan Anwar adalah terkait kebijakan bekerja dari rumah bagi pegawai pemerintahan mulai 15 April 2025. (ANTARA/ (Antara)

Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan dirinya tidak akan ragu membubarkan parlemen dan menggelar pemilu sela apabila keretakan dalam pemerintahan persatuan (unity government) terus terjadi serta melanggar kesepakatan politik yang telah dibangun bersama.

Dilansir dari The Star, Senin, 18 Mei 2026, pernyataan tersebut disampaikan Anwar dalam pidato utama pada Konvensi Pakatan Harapan (PH) yang digelar Minggu, 17 Mei 2027 waktu setempat.

Ketua koalisi Pakatan Harapan itu mengaku mulai mendengar berbagai rumor mengenai ketidakstabilan politik di tingkat akar rumput. Meski demikian, Anwar menyebut hubungan antarpartai di pemerintahan federal sejauh ini masih berjalan dengan baik.

Namun, ia memberikan peringatan keras kepada partai-partai koalisi apabila ada pihak yang memilih keluar dari kesepakatan politik yang telah disepakati sejak awal pembentukan pemerintahan.

Anwar mengatakan jika ketegangan politik terus meningkat, maka pemilu sela tidak hanya berpotensi terjadi di Johor atau satu wilayah tertentu saja.

Baca Juga: Anwar Ibrahim Ungkap Diplomasi dengan Iran Berhasil Bebaskan Kapal Malaysia di Selat Hormuz

Ia menyebut sejumlah wilayah strategis seperti Negeri Sembilan, Selangor, Pahang, hingga Penang juga bisa terdampak apabila situasi politik nasional terus memanas.

"Saya akan mengadakan pertemuan dengan kepemimpinan Pakatan mengenai masalah ini dan jika perlu, kami akan menyerukan pemilu sela," ujar Anwar seperti dikutip The Star.

Menurut Anwar, prioritas utama pemerintahannya saat ini adalah menjaga stabilitas politik demi memastikan tata kelola pemerintahan berjalan baik serta mendukung pemulihan ekonomi Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan perombakan kabinet di Malaysia, Selasa, 16 Desember 2025. (ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia) <b>(Antara)</b> Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan perombakan kabinet di Malaysia, Selasa, 16 Desember 2025. (ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia) (Antara)

Ia juga menegaskan pemerintah tidak akan tunduk pada tekanan politik dari pihak mana pun.

"Kami tidak akan bisa diancam. Namun, jika mereka ingin bernegosiasi dengan cara yang baik, kami selalu bersedia," tegas pemimpin Parti Keadilan Rakyat tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Anwar turut mengkritik sejumlah pemerintah negara bagian yang dinilai membagikan bantuan sosial atau “insentif politik” menjelang masa pemilihan. Ia menilai praktik tersebut dapat mencederai proses demokrasi yang sehat.

Di tengah isu perpecahan yang terus diembuskan oposisi, Anwar memastikan tiga partai utama pendiri koalisi Pakatan Harapan tetap solid. Ketiga partai tersebut yakni Parti Keadilan Rakyat, Democratic Action Party, dan Parti Amanah Negara.

x|close