Matthew Wale Terpilih Jadi Perdana Menteri Kepulauan Solomon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Mei 2026, 14:47
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Bendera Kepulauan Solomon. (ANTARA/Anadolu/py) Arsip - Bendera Kepulauan Solomon. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Ntvnews.id, 

Tokyo - Pemimpin oposisi Matthew Wale resmi terpilih sebagai perdana menteri baru Kepulauan Solomon pada Jumat, 8 Mei 2026, setelah petahana Jeremiah Manele digulingkan melalui mosi tidak percaya pada pekan sebelumnya.

Meski sebelumnya dikenal sebagai pengkritik keras China menjelang penandatanganan perjanjian keamanan antara Kepulauan Solomon dan Beijing pada 2022, Wale kini diperkirakan tidak akan melakukan perubahan besar terhadap hubungan negaranya dengan China.

Dalam beberapa tahun terakhir, Wale dinilai mulai mengambil pendekatan yang lebih pragmatis terhadap Beijing.

Gubernur Jenderal Kepulauan Solomon David Tiva Kapu mengumumkan hasil pemungutan suara di luar gedung parlemen.

Baca Juga: Kalahkan Kepulauan Solomon 4-2, Saint Kitts and Nevis Rebut Tempat Ketiga FIFA Series

Sebanyak 26 anggota parlemen memberikan dukungan kepada Matthew Wale, sementara 22 anggota lainnya memilih mantan Menteri Luar Negeri Peter Shanel Agovaka.

Satu surat suara dinyatakan rusak dan satu anggota parlemen tercatat tidak hadir dari total 50 anggota parlemen.

Usai terpilih, Wale meminta masyarakat ikut mengawasi jalannya pemerintahan baru agar tetap akuntabel dan bertanggung jawab.

"Kami tidak kebal terhadap dampak dari berbagai peristiwa geopolitik ini. Oleh karena itu, pemerintah akan menerapkan disiplin dan pengelolaan yang hati-hati untuk melewati masa sulit ini," kata Wale.

Sementara itu, peneliti Lowy Institute Connor Graham menilai perubahan besar dalam hubungan Kepulauan Solomon dengan China kemungkinan kecil terjadi di bawah kepemimpinan Wale, meski mungkin terdapat penyesuaian moderat dalam hubungan bilateral kedua negara.

"Saya melihat ia akan lebih transparan dan lebih aktif berhubungan dengan mitra, seperti Australia dan Amerika Serikat," kata Graham.

Ia juga memperkirakan Wale akan mendorong keterbukaan terkait isi lengkap pakta keamanan antara Kepulauan Solomon dan China.

Menurut Graham, pendekatan pragmatis Wale muncul seiring semakin besarnya keterlibatan China dalam ekonomi Kepulauan Solomon, termasuk melalui proyek infrastruktur besar serta keberadaan rutin personel militer dan kepolisian China di negara tersebut.

Baca Juga: Taiwan Balas Peringatan Xi ke Trump, Sebut China Ancaman Perdamaian Kawasan

Matthew Wale yang kini berusia 57 tahun pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen melalui pemilihan sela pada 2008 dan kemudian menjadi pemimpin oposisi usai pemilu 2019.

Ia sempat maju sebagai calon perdana menteri setelah pemilu 2024, namun kala itu kalah dari Jeremiah Manele.

Terpilihnya Wale sekaligus mengakhiri kebuntuan politik yang berlangsung sejak Maret 2026 ketika sejumlah menteri pemerintah membelot ke kubu oposisi.

Meski koalisi baru telah menguasai mayoritas parlemen, Jeremiah Manele sebelumnya menolak memanggil kembali parlemen untuk menggelar mosi tidak percaya hingga akhirnya diperintahkan oleh Mahkamah Tinggi dan Pengadilan Banding Kepulauan Solomon.

(Sumber: Antara)

x|close