2 Eks Menteri Pertahanan China Divonis Mati Atas Kasus Korupsi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Mei 2026, 12:55
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustasi Seorang tentara berjaga di depan Balai Agung Rakyat, Beijing, China. (Antara/M. Irfan Ilmie/aa) Ilustasi Seorang tentara berjaga di depan Balai Agung Rakyat, Beijing, China. (Antara/M. Irfan Ilmie/aa)

Ntvnews.id, China - Dua mantan Menteri Pertahanan China, Wei Fenghe dan Li Shangfu, dijatuhi hukuman mati dengan masa percobaan dua tahun dalam kasus korupsi besar yang mengguncang institusi militer Negeri Tirai Bambu. Putusan ini menjadi salah satu langkah paling keras dalam kampanye pemberantasan korupsi di tubuh militer China.

Pengadilan militer China pada Kamis, 7 Mei 2026 menjatuhkan vonis berat terhadap kedua mantan pejabat tinggi tersebut atas kasus suap dan pelanggaran disiplin berat yang merusak integritas institusi pertahanan negara.

Wei Fenghe dan Li Shangfu yang sama-sama pernah menjabat sebagai anggota Komisi Militer Pusat (CMC) serta Dewan Negara, dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi terpisah.

Dalam putusan tersebut, keduanya dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun. Sesuai hukum di China, hukuman ini umumnya dapat dikonversi menjadi penjara seumur hidup jika tidak ada pelanggaran baru selama masa percobaan.

Baca Juga: China Kecam Serangan Tanker di Selat Hormuz, Ketegangan Kawasan Kian Memanas

Selain itu, keduanya juga dicabut hak politiknya seumur hidup, kehilangan seluruh aset pribadi, dan dilarang mendapatkan keringanan hukuman atau pembebasan bersyarat setelah masa percobaan berakhir.

Berdasarkan laporan media pemerintah China, Wei Fenghe terbukti menerima suap dalam jumlah besar dan gagal menjalankan tanggung jawab politiknya. Ia juga disebut mengabaikan penyelidikan serta menyalahgunakan jabatannya untuk keuntungan pribadi.

Wei Fenghe (72), yang berasal dari Provinsi Shandong, memiliki karier panjang di militer sejak 1970 dan kemudian menjadi Menteri Pertahanan China pada 2018–2023.

Sementara itu, Li Shangfu (68) juga terseret kasus serupa. Ia dinyatakan menerima sekaligus menawarkan suap serta melanggar disiplin organisasi.

Bendera China <b>(Istimewa)</b> Bendera China (Istimewa)

Li yang berasal dari Provinsi Jiangxi menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2023 sebelum akhirnya terseret penyelidikan pada tahun yang sama.

Pemerintah China menilai tindakan kedua mantan pejabat tersebut telah merusak kepercayaan publik, mencederai lingkungan politik militer, serta merugikan kepentingan pertahanan nasional.

Baca Juga: Kementrans Kirim 36 Peserta ke China untuk Pelajari Pengentasan Kemiskinan

"Tindakannya mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepadanya, sangat merusak lingkungan politik militer, dan menyebabkan kerugian signifikan bagi tujuan Partai, pertahanan nasional, pengembangan militer, dan citra kepemimpinan perwira tinggi militer," demikian disebutkan media pemerintah, dikutip Sabtu, 9 Mei 2026.

Keduanya resmi dikeluarkan dari Partai Komunis China pada Juni 2024 setelah sebelumnya dicopot dari jabatan militer dan kehilangan pangkat jenderal mereka.

Kasus Wei Fenghe dan Li Shangfu menjadi bagian dari kampanye besar anti-korupsi yang terus digencarkan pemerintah China di sektor militer.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) Zhang Youxia juga dilaporkan diberhentikan pada Januari 2026, memperkuat sinyal keras terhadap pembersihan internal di tubuh pertahanan negara.

Menurut data Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington, sedikitnya 36 jenderal dan letnan jenderal telah diberhentikan sejak 2022 dalam rangkaian operasi bersih-bersih tersebut.

Serangkaian kasus ini menunjukkan bahwa militer China tengah berada di bawah tekanan besar untuk memperketat disiplin dan memberantas praktik korupsi di level tertinggi.

Langkah tegas pemerintah ini sekaligus menegaskan komitmen Beijing dalam menjaga stabilitas dan kredibilitas institusi pertahanan di tengah pengawasan ketat terhadap para pejabat senior.

(Sumber: Antara)

x|close