Ntvnews.id, Jakarta - Putra kedua musisi Ahmad Dhani, El Rumi, akhirnya angkat bicara melalui kuasa hukumnya terkait rumor miring yang menyeret namanya di media sosial. El Rumi dikaitkan dengan sosok berinisial EJR yang diduga melakukan pelecehan seksual serta penyalahgunaan zat terlarang.
Isu ini mencuat setelah sebuah akun anonim di platform Threads mengunggah cerita mengenai dugaan pelecehan seksual dan penggunaan vape berbahan THC (ganja cair) yang dilakukan oleh seseorang berinisial EJR beberapa tahun silam. Karena kemiripan inisial dan lokasi tempat tinggal di Pondok Indah, netizen mulai berspekulasi dan mengarahkan tudingan kepada El Rumi.
Kuasa hukum El Rumi, Aldwin Rahadian, mengungkapkan bahwa kliennya merasa sangat terganggu dengan pemberitaan tersebut. Hal ini dikarenakan banyaknya pihak yang menghubungi El Rumi untuk meminta konfirmasi atas isu yang tidak jelas asal-usulnya itu.
"Dia (El Rumi) bingung dan terganggu karena banyak yang mengonfirmasi. Orang bertanya-tanya apa benar atau tidak, padahal dia sendiri tidak tahu siapa EJR yang dimaksud ini," ujar Aldwin Rahadian, 21 Agustus 2026.
Menurut Aldwin, El Rumi merasa terusik bukan karena merasa bersalah, melainkan karena namanya diseret ke dalam narasi negatif di tengah kehidupan pribadinya yang sedang stabil bersama pasangannya, Syifa Hadju.
Aldwin secara tegas membantah keterlibatan El Rumi dalam tuduhan pelecehan seksual maupun penggunaan zat THC seperti yang dinarasikan akun anonim tersebut. Ia menekankan bahwa selama ini El Rumi beserta saudara-saudaranya (Al dan Dul) memiliki rekam jejak yang bersih dan jauh dari pergaulan bebas atau penyalahgunaan narkoba.
"Kami tahu Mas El, Al, dan Dul jauh dari hal-hal seperti itu. Tuduhan ini sangat tidak sesuai dengan kenyataan hidup El Rumi selama ini," tegasnya.
Terkait inisial EJR yang dikaitkan dengan nama panjang El Rumi (El Jallaludin Rumi), pihak pengacara menilai hal tersebut sebagai bentuk pencocokan paksa oleh netizen.
"Kalau dikaitkan dengan kejadian empat tahun lalu, itu tidak jelas dasarnya. Karena inisialnya mirip, maka kami perlu melakukan antisipasi," imbuhnya.
Sebagai langkah preventif, El Rumi telah resmi menunjuk pengacara agar seluruh komunikasi terkait isu ini terpusat pada satu pintu. Aldwin memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba menyebarkan fitnah atau memiliki niat jahat untuk menjatuhkan reputasi kliennya.
"Keputusan menggandeng pengacara adalah untuk antisipasi. Jika ada yang mencoba melakukan niatan jahat atau menyebarkan berita tanpa bukti, tentu akan ada konsekuensi hukum yang harus dihadapi," pungkas Aldwin.
Pihak El Rumi berharap publik tidak mudah percaya dengan informasi dari akun anonim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta meminta agar spekulasi ini segera dihentikan sebelum berlanjut ke ranah hukum yang lebih serius.
El Rumi (Instagram)