Klarifikasi Fahira Amira soal Perbedaan Diagnosis Usus Buntu di Indonesia dan Penang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Agu 2026, 12:47
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Fahira Amira Fahira Amira (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Selebgram Fahira Amira akhirnya memberikan klarifikasi lengkap terkait pengalamannya menjalani pemeriksaan medis di Indonesia dan Penang, Malaysia, yang sempat memicu perbincangan di media sosial. Fahira menceritakan bagaimana perbedaan hasil diagnosis mengenai kondisi usus buntunya membuatnya batal tindakan operasi.

Melalui unggahan terbarunya, Fahira menekankan bahwa ceritanya ini murni berdasarkan pengalaman pribadi. Ia menegaskan tidak berniat menyalahkan atau menjatuhkan pihak mana pun, melainkan ingin berbagi edukasi tentang pentingnya mencari opini kedua dalam penanganan medis.

Cerita bermula saat Fahira menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) di salah satu fasilitas kesehatan di Indonesia. Berdasarkan hasil USG tersebut, ukuran apendiks atau usus buntunya tercatat mencapai 8,1 mm. Atas dasar hasil tersebut, dokter menyarankan Fahira untuk segera menjalani tindakan operasi.

"Karena cukup panik dan khawatir, aku minta dokter untuk melakukan pemeriksaan darah, khususnya untuk melihat leukosit supaya aku lebih yakin. Namun saat itu dokter mengatakan dengan pemeriksaan yang sudah dilakukan, diagnosisnya sudah cukup jelas jadi tidak diperlukan pemeriksaan darah," ungkap Fahira.

Meski merasa ketakutan, Fahira sempat mengurus administrasi dan menanyakan estimasi biaya operasi karena ia percaya penuh pada arahan tenaga medis.

Setelah berpikir matang, Fahira memutuskan untuk mencari opini kedua di Penang, Malaysia, sebelum benar-benar memutuskan untuk dioperasi. Ia bahkan sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk.

Baca Juga:Polisi Panggil Selebgram yang Ikut Night Ride di Bundaran HI Tanpa Izin

Baca Juga:Selebgram Sarah Gibson Mendadak Bahas Perselingkuhan dan Orang Ketiga, Kenapa?

"Jujur, isi koper aku ke Penang itu isinya cuma baju tidur. Aku cuma membawa baju untuk berangkat dan pulang karena aku memang sudah mempersiapkan diri untuk operasi," tuturnya.

Setibanya di Penang, Fahira berkonsultasi dengan dokter setempat. Berbeda dengan prosedur sebelumnya, dokter di Penang menyarankan Fahira untuk menjalani CT Scan guna memastikan kondisi apendiksnya secara lebih mendalam.

Hasil dari CT Scan tersebut memberikan fakta yang berbeda dari pemeriksaan awal. Berdasarkan pembacaan dokter di Penang, ukuran apendiks Fahira ternyata hanya 2,02 mm dan tampak normal tanpa tanda-tanda peradangan yang jelas.

"Hasilnya berbeda. Gambar CT Scan menunjukkan pengukuran 2,02 mm. Dokter menjelaskan bahwa berdasarkan hasil keseluruhan CT Scan, bukan hanya satu angka tersebut, tidak ditemukan peradangan. Akhirnya dokter menyatakan aku tidak perlu menjalani operasi," jelasnya.

Fahira mengaku sempat terkejut karena sudah menyiapkan mental untuk operasi, namun ia merasa sangat bersyukur karena diagnosis terbaru menunjukkan dirinya dalam kondisi sehat.

Dari pengalaman ini, Fahira mengambil pelajaran berharga yang ingin ia bagikan kepada pengikutnya. Ia menghimbau masyarakat untuk tidak takut bertanya secara mendalam kepada dokter mengenai kondisi kesehatan mereka.

"Jika kita mendapatkan diagnosis yang membuat kita harus mengambil keputusan besar, jangan takut untuk bertanya dan mencari second opinion jika itu memungkinkan. Setiap dokter bisa memiliki pertimbangan, pemeriksaan, dan prosedur yang berbeda," kata Fahira.

Namun, ia juga men-disclaimer penting agar pasien yang sudah dalam kondisi darurat tidak menunda tindakan. 

"Untuk teman-teman yang sudah didiagnosa usus buntu dan membutuhkan segera tindakan operasi, ikuti arahan dokter dan jangan menunda, karena jika pecah akan menyebabkan komplikasi serius."

Di akhir klarifikasinya, Fahira berharap ceritanya tidak membuat orang takut berobat ke dokter, melainkan justru mendorong komunikasi yang lebih aktif antara pasien dan tenaga medis demi mendapatkan penanganan yang paling tepat.

HIGHLIGHT

x|close