Ogah Damai, Tasyi Athasyia Polisikan Karyawan yang Curi Barang Branded Miliknya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 12:28
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tasyi Athasyia Tasyi Athasyia (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Kesabaran selebgram Tasyi Athasyia kini telah berakhir. Setelah membongkar aksi pencurian berantai yang terjadi di lingkungan internalnya, saudara kembar Tasya Farasya ini memutuskan untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum. Tasyi secara resmi melaporkan salah satu karyawannya ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Tasyi mengungkapkan bahwa kerugian materiil yang dialaminya ditaksir mencapai Rp500 juta. Namun, bagi Tasyi, ini bukan sekadar soal angka, melainkan soal perilaku pelaku yang dinilai sudah melampaui batas dan tidak menunjukkan itikad baik sedikit pun.

Melalui unggahan terbaru di platform Threads, Tasyi membagikan potret dirinya saat berada di kantor polisi. Meski mencoba tetap tenang dengan senyum tipis di wajahnya, Tasyi tak menutupi rasa kecewa yang mendalam. Ia mengaku hatinya hancur karena dikhianati oleh orang yang selama ini ia percayai dan manjakan dengan berbagai fasilitas.

"Aku bukan mikirin barangnya, cuma jujur karena mencurinya hampir 12 barang which is 12 kali jatuhnya, bahaya kalau nggak dikasih efek jera guys," tegas Tasyi, 10 Agustus 2026.

Tasyi menyoroti frekuensi pencurian yang dilakukan pelaku. Selama satu tahun terakhir, pelaku diduga melakukan aksinya secara rutin dan terorganisir. Hal ini meyakinkan Tasyi bahwa tindakan tersebut bukanlah kekhilafan sesaat, melainkan niat jahat yang sudah terencana matang.

Satu fakta yang paling menyulut amarah Tasyi hingga menutup pintu perdamaian adalah kelicikan pelaku dalam menutupi jejaknya. Demi menyelamatkan diri, pelaku tega memfitnah rekan kerja lainnya agar tidak dicurigai.

Baca Juga: Night Ride Bareng Selebgram di Bundaran HI Tak Dapat Izin Polisi

Kelicikan ini sempat membuahkan hasil yang memilukan. Tasyi mengaku pernah memecat salah satu stafnya karena mengira staf itulah yang melakukan pencurian, akibat adu domba dan fitnah yang dilancarkan oleh pelaku utama.

"Yang jahatnya, dia juga memfitnah karyawan yang lain, sampai dulu sempat ada yang dikeluarkan karena difitnah mencuri sama dia," ungkap Tasyi.

Keputusan Tasyi untuk menempuh jalur hukum diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan menjadi pelajaran bagi siapa pun untuk tidak menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan atasan.

Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut tengah ditangani oleh pihak Polres Metro Jakarta Selatan. Tasyi tampaknya sudah bulat pada pendiriannya untuk menyelesaikan masalah ini di meja hijau, mengingat dampak psikologis dan kerugian moral yang dialami oleh staf lain yang sempat menjadi korban fitnah pelaku.

HIGHLIGHT

x|close