Profil John Ternus yang Resmi Jadi CEO Apple Mulai September 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 16:59
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
CEO Apple John Ternus CEO Apple John Ternus (REUTERS/Stephen Lam)

Ntvnews.id, Jakarta - John Ternus resmi ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru Apple, menggantikan Tim Cook mulai 1 September 2026. Penunjukan ini menandai babak baru bagi perusahaan teknologi bernilai tinggi tersebut, dengan sosok internal yang telah lama memahami jantung inovasi Apple.

Saat ini, Ternus menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering, posisi strategis yang menempatkannya sebagai pemimpin di balik desain perangkat keras Apple. Ia mengawasi pengembangan berbagai lini produk utama, mulai dari iPhone, iPad, Mac, AirPods, hingga perangkat inovatif seperti Apple Vision Pro.

Peran Kunci dalam Transformasi Teknologi Apple

Salah satu kontribusi paling signifikan Ternus adalah keterlibatannya dalam transisi besar Apple ketika lini Mac beralih dari prosesor Intel ke chip berbasis Apple Silicon seri M dengan arsitektur ARM. Perubahan ini terbukti meningkatkan efisiensi sekaligus performa perangkat secara signifikan.

Baca Juga: Tiru Brasil, Rano Rano Mau Jadikan Ikan Sapu-sapu Jadi Arang

Di bawah kepemimpinannya, tim engineering Apple juga berperan dalam pengembangan produk-produk terbaru seperti iPhone 17 Series dan MacBook Neo. Laptop terjangkau ini menggunakan chip A18 Pro, yang sebelumnya dirancang untuk iPhone, sebagai otaknya. Langkah tersebut mencerminkan perencanaan teknis jangka panjang, termasuk bagaimana memastikan integrasi optimal antara hardware dan software agar berjalan mulus di arsitektur ARM.

Karier Panjang di Apple

Ternus bukanlah sosok baru di Apple. Ia telah menghabiskan sekitar 25 tahun kariernya di perusahaan tersebut. Bergabung pada 2001 sebagai bagian dari tim desain produk, ia kemudian naik menjadi Vice President of Hardware Engineering pada 2013. Kariernya terus menanjak hingga akhirnya masuk jajaran eksekutif sebagai Senior Vice President pada 2021.

Sebelum bergabung dengan Apple, Ternus bekerja sebagai insinyur mekanik di Virtual Research Systems. Ia juga merupakan lulusan teknik mesin dari University of Pennsylvania.

Baca Juga: Pengadilan Militer Jakarta Tetapkan Majelis Hakim untuk Sidang Kasus Dugaan Penganiayaan Aktivis KontraS

Penunjukannya sebagai CEO sebenarnya telah lama diprediksi. Selama setahun terakhir, ia disebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Cook. Bahkan, Cook sendiri telah mempersiapkan proses transisi sejak 2025 untuk memastikan pergantian kepemimpinan berjalan mulus.

Tantangan Besar di Era Baru

Menggantikan Cook bukanlah tugas ringan. Sejak menjabat pada 2011, Cook berhasil membawa Apple mencapai kapitalisasi pasar hingga 4 triliun dolar AS, melanjutkan warisan inovasi dari Steve Jobs.

Kini, tantangan terbesar Ternus terletak pada bagaimana Apple bersaing di bidang kecerdasan buatan (AI), terutama dengan kompetitor seperti Google yang telah melaju jauh lewat pengembangan teknologi seperti Gemini.

Baca Juga: Dudung Bakal Tanyakan ke Prabowo soal Isu Pesawat AS Bebas Lintasi Langit RI

Cook dikenal melanjutkan inovasi Apple dengan pendekatan yang lebih stabil dan berorientasi pada pengembangan layanan. Sebaliknya, Jobs dikenal sebagai pengambil risiko besar dalam inovasi produk. Ternus kini berada di persimpangan untuk menentukan arah berikutnya.

"Ternus adalah seorang engineer perangkat keras, yang menandakan bahwa Apple akan berupaya melakukan diferensiasi pada produk fisiknya, bahkan ketika mereka ingin mengubah citra perangkat sebagai substrat untuk pengalaman yang lebih cerdas,” kata analis utama Forrester, Dipanjan Chatterjee, mengutip CNN.

Dengan latar belakang teknik yang kuat dan pengalaman panjang di dalam perusahaan, dunia kini menantikan bagaimana Ternus akan membawa Apple menghadapi era baru, terutama dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam ekosistem perangkatnya.

x|close