Ntvnews.id, Jakarta - Setelah hampir tujuh tahun sejak Samsung memperkenalkan ponsel lipat pertamanya, Apple akhirnya dikabarkan siap masuk ke pasar foldable.
Mengutip Phone Arena, Senin (13/4/2026), perangkat ini disebut-sebut akan segera masuk tahap produksi massal dan berpotensi meluncur pada September mendatang.
Namun, berbagai bocoran terbaru justru memunculkan keraguan. Banyak pihak menilai iPhone Fold mungkin tidak sepadan dengan ekspektasi tinggi yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
iPhone Ultra, Harga Ultra Mahal
Ponsel lipat pertama Apple kemungkinan akan hadir dengan nama iPhone Ultra, berada di atas lini Pro Max sebagai model paling premium.
Apple tampaknya ingin memperluas segmen high-end, melengkapi strategi mereka yang juga menghadirkan produk lebih terjangkau seperti iPhone 17e dan MacBook Neo.
Namun, untuk iPhone Fold, harga yang dibocorkan mencapai US$2.000 atau sekitar Rp34 jutaan, bahkan lebih.
Sebagai perbandingan, Samsung juga menjual Galaxy Z Fold di kisaran harga serupa, tetapi tetap menyediakan opsi lebih murah seperti seri Flip.
Sayangnya, Apple belum menunjukkan tanda akan menghadirkan versi lipat yang lebih terjangkau.
Akibatnya, banyak pengguna iOS yang sudah lama menunggu justru berpotensi tidak mampu membeli perangkat ini.
Baca Juga: iPhone Fold Dirumorkan Pakai Engsel Cetak 3D, Bisa Hilangkan Lipatan Layar?
Desain Unik, Tapi Kurang Fungsional?
Berbeda dengan kompetitor yang menyeimbangkan fungsi smartphone dan tablet, Apple disebut mengutamakan pengalaman seperti tablet.
Saat dilipat, iPhone Fold akan memiliki bentuk lebih lebar dari ponsel biasa, yang bisa menyulitkan penggunaan satu tangan dan kurang praktis disimpan di saku.
Dalam kondisi terbuka, perangkat ini akan menyerupai tablet kecil. Memang ideal untuk menikmati konten, tetapi kurang optimal untuk multitasking, yang justru menjadi keunggulan utama ponsel lipat.
Padahal, perangkat ini kabarnya akan ditenagai chip A20 Pro 2nm yang sangat powerful. Sayangnya, performa tinggi tersebut berisiko tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Mengulang Kegagalan iPhone Mini?
Apple sebelumnya pernah menghadirkan produk dengan desain menarik seperti iPhone mini dan iPhone Air, tetapi keduanya kurang sukses di pasar.
Hal serupa bisa saja terjadi pada iPhone Fold. Demi desain super tipis, perangkat ini dikabarkan harus mengorbankan beberapa fitur penting seperti Face ID dan kamera tambahan.
Meski begitu, Apple mungkin akan menutupi kekurangan tersebut dengan baterai besar berkapasitas sekitar 5.800mAh, yang tergolong besar untuk kelas ponsel lipat.
Produk Eksklusif, Bukan untuk Semua Orang
Dengan harga tinggi, desain yang kontroversial, dan sejumlah kompromi, iPhone Fold kemungkinan hanya akan menarik bagi penggemar berat Apple atau segmen tertentu.
Meski demikian, banyak pengguna iPhone tetap menantikan perangkat ini, bahkan mungkin rela mengabaikan kekurangannya selama tetap menjalankan iOS.
Namun, jika Apple hanya mengandalkan antusiasme tersebut tanpa menghadirkan inovasi yang benar-benar matang, penantian panjang ini bisa berujung kekecewaan.
iPhone Fold disebut-sebut akan segera masuk tahap produksi massal dan berpotensi meluncur pada September mendatang. (Foto: Istimewa via GSM Arena)