Istana: Sinergi Kebijakan Jadi Kunci Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jun 2026, 14:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Prasetyo Hadi memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta terkait upaya pemerintah mendorong penggunaan transportasi publik dan efisiensi energi di tengah tantangan global. Prasetyo Hadi memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta terkait upaya pemerintah mendorong penggunaan transportasi publik dan efisiensi energi di tengah tantangan global. (Bakom)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa koordinasi yang erat antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini menuntut kolaborasi yang semakin kuat dari seluruh pihak terkait.

Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo dalam konferensi pers setelah pertemuan antara DPR dan pemerintah yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026. Pertemuan itu difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan turut dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Prasetyo menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pertemuan tersebut yang dinilai menjadi wadah penting untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antarlembaga.

"Tentu kami mewakili pemerintah menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dasco sebagai pimpinan DPR yang telah memfasilitasi pertemuan pada pagi hari ini di antara kita semua," kata Pras.

Ia menilai pertemuan itu memberikan pesan positif mengenai kuatnya sinergi di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi, khususnya dalam menjaga kondisi perekonomian nasional agar tetap stabil.

Baca Juga: Purbaya Bertolak ke China dan Inggris, Perluas Jaringan Investor untuk Pembiayaan Negara

"Saya kira ini sebuah gambaran sinyal yang memang kita harapkan, terjadinya koordinasi yang erat, koordinasi yang intens di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi di dalam rangka tadi, menjaga baik moneter maupun fiskal kita terus berada di posisi yang kita harapkan," ujarnya.

Menurut Prasetyo, kondisi ekonomi global dan domestik saat ini mengharuskan seluruh pihak bekerja sama secara lebih solid. Karena itu, setiap kebijakan yang ditempuh pemerintah maupun otoritas ekonomi harus mampu saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain.

"Dalam situasi hari ini, menuntut kerja sama di antara kita semua. Kebijakan-kebijakan harus saling mendukung, saling memperkuat satu sama lain," paparnya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi tersebut mencakup kebijakan ekonomi makro dan moneter yang dijalankan oleh Bank Indonesia, serta kebijakan fiskal yang dikelola Kementerian Keuangan. Berdasarkan berbagai indikator ekonomi yang telah dipaparkan sebelumnya, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih berada dalam kondisi yang cukup kuat.

"Baik dari sisi ekonomi makro di moneter yang dibawa oleh Bank Indonesia, maupun di sisi fiskal yang dikendalikan oleh Menteri Keuangan yang kemarin dilaporkan dari angka-angka indikator menunjukkan bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita memang cukup kuat," imbuh dia.

x|close