Prabowo Dijadwalkan Terima Surat Kepercayaan dari 17 Duta Besar Negara Sahabat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jun 2026, 06:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima surat kepercayaan dari 17 calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) negara sahabat pada Senin, 8 Juni 2026. Penyerahan dokumen diplomatik tersebut menjadi tahap resmi yang menandai dimulainya tugas para duta besar di Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan agenda penyerahan surat kepercayaan akan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta. Acara tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan agenda pelantikan sejumlah pejabat negara.

Menurut Prasetyo, penyelenggaraan kedua agenda pada hari yang sama dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan kegiatan kenegaraan. Meski demikian, prosesi pelantikan pejabat dan penyerahan surat kepercayaan akan berlangsung dalam forum yang berbeda.

"Untuk efektivitas, penyerahan surat kepercayaan oleh Duta Besar kita rencanakan di hari yang sama. Tentu saja forum pelantikan pejabatnya akan berbeda, namun agenda penyerahan kredensial dari para duta besar negara sahabat akan bersamaan dengan pelantikan pejabat negara," ujar Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026 malam.

Baca Juga: Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Cederai Manfaat MBG

Surat kepercayaan merupakan dokumen resmi yang diberikan oleh kepala negara pengirim kepada kepala negara penerima sebagai bentuk pengesahan seorang duta besar untuk menjalankan tugas diplomatik. Penyerahan dokumen tersebut menjadi syarat penting sebelum seorang duta besar dapat melaksanakan fungsi dan kewenangannya secara penuh di negara tujuan.

Dengan diterimanya surat kepercayaan oleh Presiden Prabowo, para diplomat tersebut akan resmi mewakili negara masing-masing dalam menjalankan hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Agenda penerimaan 17 calon duta besar ini sekaligus menandai meningkatnya aktivitas diplomatik di lingkungan Istana Kepresidenan. Sebelumnya, Presiden Prabowo terakhir menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat pada November 2025.

Kehadiran para diplomat baru tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara yang mereka wakili, baik di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, pendidikan, kebudayaan, maupun kerja sama strategis lainnya.

Meskipun daftar negara yang akan menyerahkan surat kepercayaan belum diumumkan secara rinci, pemerintah memandang momentum tersebut sebagai bagian penting dalam mempererat kemitraan internasional Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi <b>(NTVnews)</b> Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (NTVnews)

Penyerahan surat kepercayaan bukan sekadar seremoni diplomatik, tetapi juga menjadi fondasi bagi para duta besar untuk memulai tugas mereka sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah Indonesia dan negara asalnya. Melalui peran tersebut, para diplomat diharapkan dapat mendorong berbagai bentuk kerja sama yang saling menguntungkan.

Pemerintah juga memastikan seluruh persiapan acara dilakukan secara matang melalui koordinasi antara Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Luar Negeri, dan perwakilan negara-negara sahabat. Prosesi tersebut akan mengikuti tata cara dan protokol diplomatik yang berlaku sebagai bentuk penghormatan terhadap hubungan antarnegara.

Penerimaan 17 calon duta besar sekaligus mencerminkan semakin pentingnya posisi Indonesia di panggung internasional. Dengan bertambahnya jumlah diplomat yang bertugas secara resmi di Jakarta, diharapkan peluang kerja sama dan dialog dengan berbagai negara dapat semakin berkembang.

Melalui agenda ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama internasional. Penyerahan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo menjadi langkah awal bagi para duta besar untuk menjalankan misi diplomatik mereka sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan negara-negara sahabat.

x|close