Google Uji Coba AI untuk Ubah Judul Berita di Hasil Pencarian, Picu Kekhawatiran Media

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mar 2026, 20:04
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi - Logo Google di Kantor Google, Jakarta Selatan. ANTARA/Livia Kristianti/am. Ilustrasi - Logo Google di Kantor Google, Jakarta Selatan. ANTARA/Livia Kristianti/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Google mulai menguji penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menggantikan judul berita yang muncul di hasil pencarian, sebuah langkah yang berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan konten di internet.

Melansir laporan The Verge, Jumat, 27 Maret 2026, sejak awal kemunculannya, sekitar pergantian milenium, Google Search dikenal sebagai fondasi utama web melalui pengalaman pencarian “10 tautan biru” yang terpercaya. Konsep ini memberikan jaminan sederhana kepada pengguna bahwa situs yang mereka klik adalah situs yang sebenarnya mereka tuju.

Namun kini, Google mulai mengutak-atik format tersebut dengan mengganti judul berita menggunakan teks yang dihasilkan AI. Setelah lebih dulu diterapkan di Google Discover, praktik ini kini mulai muncul di hasil pencarian tradisional.

Dalam sejumlah kasus yang ditemukan oleh tim The Verge, Google mengganti judul asli artikel dengan versi yang tidak dibuat oleh redaksi, bahkan terkadang mengubah maknanya. Salah satu contoh yang disorot adalah ketika judul asli “I used the ‘cheat on everything’ AI tool and it didn’t help me cheat on anything” diringkas menjadi “‘Cheat on everything’ AI tool,” yang justru memberi kesan mendukung produk tersebut.

Pihak Google menyebut perubahan ini masih dalam tahap eksperimen terbatas. Juru bicara Google, Jennifer Kutz

, Mallory De Leon, dan Ned Adriance mengatakan bahwa uji coba ini berskala “kecil” dan “sempit”, serta belum disetujui untuk peluncuran luas. Namun, mereka tidak menjelaskan sejauh mana cakupan eksperimen tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir, staf The Verge menemukan sejumlah judul yang tidak pernah mereka tulis muncul di hasil pencarian Google. Judul-judul ini tidak mengikuti gaya editorial mereka dan tidak memberikan indikasi bahwa telah terjadi perubahan oleh Google. Perusahaan juga mengonfirmasi bahwa eksperimen ini tidak hanya menyasar situs berita, tetapi juga berbagai jenis situs lainnya.

Google menyatakan bahwa tujuan utama dari eksperimen ini adalah untuk “mengidentifikasi konten pada sebuah halaman yang dapat menjadi judul yang berguna dan relevan bagi kueri pengguna,” serta “mencocokkan judul dengan kueri pengguna secara lebih baik dan mendorong keterlibatan dengan konten web.”

Meski demikian, langkah ini menuai kritik. Editor The Verge menilai praktik tersebut seperti toko buku yang mengganti judul buku tanpa izin. Mereka menekankan bahwa redaksi menghabiskan banyak waktu untuk menyusun judul yang akurat, menarik, dan tidak menyesatkan, tanpa menggunakan clickbait.

Google sendiri mengakui bahwa uji coba ini menggunakan AI generatif. Namun, perusahaan mengklaim bahwa jika fitur ini diluncurkan secara luas, mereka tidak akan menggunakan model generatif untuk membuat judul. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan, mengingat perubahan judul tersebut saat ini tampak dihasilkan oleh AI.

Selama ini, Google memang kerap melakukan penyesuaian kecil pada judul di hasil pencarian, seperti memotong judul yang terlalu panjang atau memilih antara judul halaman dan judul khusus untuk pencarian. Namun, praktik mengganti judul sepenuhnya dengan versi baru dinilai sebagai langkah yang jauh lebih drastis.

Kekhawatiran utama dari perubahan ini adalah potensi menurunnya kepercayaan terhadap jurnalisme. Mengubah judul, dan bahkan maknanya, dapat membuat informasi menjadi bias atau menyesatkan, terutama di tengah meningkatnya upaya untuk mendiskreditkan media.

Eksperimen ini juga dinilai sebagai bagian dari pergeseran lebih besar menuju pencarian berbasis AI, termasuk integrasi teknologi seperti Google Gemini, yang sebelumnya dikritik karena tidak mendorong pengguna untuk mengunjungi sumber berita asli.

Meski saat ini perubahan judul masih jarang ditemukan dan belum separah yang terjadi di Google Discover, sejumlah pihak menilai ini bisa menjadi awal dari transformasi besar dalam ekosistem pencarian. Jika terus dikembangkan, Google berpotensi mengubah “kesepakatan tak tertulis” antara mesin pencari, media, dan pengguna yang selama ini menjadi dasar navigasi informasi di internet.

x|close