Ntvnews.id, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menekankan arti penting peran media di tengah pesatnya perkembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang kian memengaruhi kehidupan publik.
Dalam acara “Berbuka Puasa Polri Bersama Insan Pers” di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026, ia menyampaikan bahwa kemajuan teknologi saat ini melaju sangat cepat, termasuk munculnya teknologi deepfake berbasis AI yang membawa dampak signifikan.
Merujuk pada laporan Global Risk Report, ia menyebut misinformasi dan disinformasi sebagai salah satu risiko global yang berdampak luas.
"Tidak hanya berada di dalam tataran global, namun juga masuk ke situasi dalam negeri, situasi kehidupan kita sehari-hari, dan tentunya ini menjadi tantangan kita semua," katanya.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, media memiliki posisi strategis sebagai rujukan masyarakat untuk memperoleh kabar yang akurat dan dapat dipercaya.
Baca Juga: Kapolri Perintahkan Hukuman Berat untuk Brimob Kasus Penganiayaan Anak hingga Tewas
"Sehingga kemudian masyarakat tidak tenggelam dan terbawa oleh misinformasi ataupun disinformasi yang memang sangat luar biasa terjadi, khususnya di media sosial," ucapnya.
Kapolri juga berharap media dapat terus menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi saluran komunikasi yang merepresentasikan suara publik, baik terhadap Polri maupun institusi lainnya.
Ia pun mengajak insan pers untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
"Oleh karena itu, tentunya, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman media yang terus menyampaikan informasi,” ucapnya.
Baca Juga: Jenguk Korban Dugaan Kekerasan Oknum Brimob, Kapolda Maluku Minta Maaf
(Sumber: Antara)
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berbicara dalam acara (Antara)