Bos Danantara Bahas Rencana Pembelian 50 Pesawat Boeing dengan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Feb 2026, 16:00
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
CEO Danantara Rosan Roeslani membagikan momen saat bertemu dengan President of Boeing Global, Brendan Nelson di Amerika Serikat (AS). CEO Danantara Rosan Roeslani membagikan momen saat bertemu dengan President of Boeing Global, Brendan Nelson di Amerika Serikat (AS).

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani memastikan Indonesia akan melanjutkan rencana pembelian 50 unit pesawat Boeing

Hal tersebut merupakan bagian dari rangkaian kerja sama ekonomi Indonesia–Amerika Serikat yang dibahas bersamaan dengan penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART).

"Pada kesempatan ini dari kesepakatan antara Agreement Reciprocal Tariff ini ada beberapa kegiatan yang memang menyangkut di Kementerian Investasi maupun Danantara. Karena ada beberapa kesepakatan di antaranya adalah rencana pembelian 50 pesawat oleh Boeing," ucap Rosan dalam konferensi pers virtual, Jumat 20 Februari 2026.

Lebih lanjut,Rosan menjelaskan rencana pembelian pesawat ini masih akan dibahas lebih jauh dengan Boeing. 

Baca juga: Prabowo dan Trump Sepakati Perjanjian Dagang Resiprokal

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani memastikan Indonesia akan melanjutkan rencana pembelian 50 unit pesawat Boeing.  Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani memastikan Indonesia akan melanjutkan rencana pembelian 50 unit pesawat Boeing.

Baca juga: Trump Beri Tenggat 10 Hari untuk Hasil Perundingan Nuklir AS-Iran

Kendati demikian, ia tidak menjelaskan lebih lanjut seperti total nilai pembelian, jenis pesawat yang dibeli, waktu pembelian dan pengiriman unit pesawat.

"Nantinya kita akan bicarakan dengan Boeing walaupun sebenarnya sudah ada pembicaraan awal dengan pihak Boeing," bebernya.

Selain itu, Rosan menjelaskan impor minyak mentah AS dilakuan dengan nilai USD15 miliar.

"Dan ini akan kita lanjutkan dan juga ada kesempatan untuk melakukan impor gas dan crude oil nilainya USD15 miliar per tahunnya," tandasnya.

x|close